Beberapa Merek Mobil Berniat Tinggalkan Wanita Cantik dan Seksi

Minggu, 04 Maret 2018 - 15:46 WIB
Beberapa Merek Mobil...
Beberapa Merek Mobil Berniat Tinggalkan Wanita Cantik dan Seksi
A A A
LONDON - Tak hanya ajang Formula 1 yang melarang menggunakan grid girls alias gadis - gadis cantik nan seksi yang berada di pinggir lintasan. Kini wacana pelarangan penggunaan wanita seksi di ajang pameran automotif ikut menyeruak.

Seperti dilansir dari Autopro, sebelumnya setiap acara peluncuran atau pameran automotif, tidak sulit untuk melihat gadis-gadis yang berdandan seksi yang bertugas mempromosikan mobil yang saya berdiri di samping.

Namun, yang kini telah berubah, model wanita tidak lagi harus memakai baju seksi lagi. Sebaliknya, produsen mobil akan mewajibkan model mereka untuk lebih berorientasi politik dan sporty.

Perubahan produsen mobil dari gerakan anti-seksual "Metoo" semakin menyebar ke seluruh dunia. Selain Ssangyong, nama besar seperti Toyota dan Nissan telah berjanji untuk tidak terus menggunakan daya tarik wanita untuk mendapatkan keuntungan dalam bisnis.

"Semuanya telah berubah, dan dengan penangguhan promosi menggunakan gadis model, kami ingin memiliki pameran yang lebih bermakna. Pelanggan bisa lebih melihat produk kami dan itu yang kami perlukan untuk pelanggan dan profesional untuk dipusatkan pada mobil, bukan model, "kata Sara Jenkins, juru bicara Nissan di Swiss.

Tak hanya Nissan merek mobil mewah Toyota Lexus telah mengkonfirmasi bahwa stan Jenewa-nya tidak akan menampilkan model apapun. Bahkan Fiat juga membatalkan semua kontrak dengan model wanita karena kekhawatiran pemboikotan gerakan "Metoo".

Sementara itu, pembuat Maserati, Jeep dan Alfa Romeo tidak akan membiarkan model pria dan wanita berpakaian seperti "tanpa kain" seperti tahun-tahun sebelumnya.

Langkah tersebut jelas belum melanggar aturan pasalnya pabrikan mobil masih bebas memilih cara menampilkan dan mengenalkan mobil mereka di pameran.

Dan ini terkadang menyebabkan ketidaknyamanan pada model wanita. Gerakan anti sensualitas "Metoo" membuktikan pengaruhnya di aspek masyarakat lainnya. Beberapa acara olahraga di Eropa, terutama yang memiliki atlet pria dalam jumlah besar, juga membatasi model wanita. Sepertu Balapan Formula 1 akan berhenti mempekerjakan gadis-gadis dengan pakaian seksi untuk mempromosikan balapan.

Gerakan "Metoo" diluncurkan di Hollywood saat aktor wanita menyuarakan pelecehan seksual. Di industri otomotif saja, wanita sangat potensial dan sangat tertarik. Menurut statistik, jumlah pemilik mobil wanita di Inggris telah meningkat 66% dalam dekade terakhir, meningkat tiga kali lebih tinggi daripada pria di negara ini. Di Jerman, pasar mobil terbesar di Eropa, sepertiga mobil baru dibeli oleh wanita. Di Prancis, angka ini adalah 37%.

Berhenti menggunakan citra wanita dalam promosi mobil bukanlah sesuatu yang baru. Peugeot sudah mulai melakukannya 2 tahun yang lalu. Pembuat ban Pirelli tidak menggunakan gambar rok pendek pada kalender 2018-nya.
(wbs)
Berita Terkait
Industri Automotif Mulai...
Industri Automotif Mulai Optimistis
Kabar Baik Insentif...
Kabar Baik Insentif Automotif
Industri Automotif Nasional...
Industri Automotif Nasional Mulai Tumbuh
Pasar Automotif Baru...
Pasar Automotif Baru Pulih Tahun Depan
Bisnis Automotif Menggeliat,...
Bisnis Automotif Menggeliat, Daihatsu Edukasi Konsumen
Optimisme Pasar Mobil...
Optimisme Pasar Mobil Domestik dan Ekspor Menggeliat Pada Kuartal IV
Berita Terkini
DUNLOP Hadirkan SmartCare...
DUNLOP Hadirkan SmartCare Warranty, Solusi Tenang Pengguna Ban BLUE RESPONSE TG
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Huawei Luncurkan MPV...
Huawei Luncurkan MPV Supermewah ala Rolls-Royce
Pertamax Tembus Rp16.250?...
Pertamax Tembus Rp16.250? Ini Daftar Harga Mobil Hybrid Termurah hingga Termahal 2026!
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
GoPro Sekarat: Dari...
GoPro Sekarat: Dari Bintang Wall Street Rp198 Triliun Jadi Saham Receh
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved