Kepemimpinan di Era Teknologi Blockchain Butuh Sinergisitas

Rabu, 01 Agustus 2018 - 12:43 WIB
Kepemimpinan di Era...
Kepemimpinan di Era Teknologi Blockchain Butuh Sinergisitas
A A A
JAKARTA - Manfaat dan penerapan teknologi blockchain di Indonesia menarik perhatian sejumlah pihak untuk mengadopsi teknologi tersebut. Ironisnya hingga saat ini, khususnya bagi sektor riil, optimalisasi blockchain diperhadapkan dengan sejumlah kendala. Selain kurang pemahaman, sinergisitas menjadi faktor yang memengaruhi hal tersebut.

“Bicara teknologi blockchain, menurut saya saat ini sedang terjadi culture clash antara industri (sektor riil) dengan komunitas blockchain," kata Pandu Sastrowardoyo, pakar sekaligus pelopor teknologi blockchain di Indonesia saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (1/8/2018).

Dikatakannya, hal ini disebabkan Blockchain berasal dari cryptocurrency yang mendapatkan banyak sekali investasi dana sejak awal. Hal tersebut membuat anggapan bahwa teknologi blockchain tidak membutuhkan investasi dari perusahaan tradisional atau sektor riil. "Anggapan tersebut sejalan dengan filsafat inti dari pembangunan blockchain, yakni kemandirian dari mekanisme keuangan tradisional," papar Pandu.

Selain itu, lanjut dia, ada pula kecenderungan dikomunitas blockchain untuk tidak mengintegrasikan solusi blockchain dengan produk IT enterprise tradisional. Hal tersebut tentunya menjadi kendala bagi sejumlah besar sektor riil dalam hal optimalisasi blockchain serta modernisasi bagi industri mereka,” keluh Pandu.

Menanggapi hal tersebut, Pandu mengatakan perlunya membangun sinergisitas antara keduanya. Para pemimpin komunitas blockchain perlu membuka diri dan mengembangkan komunitas mereka ke kantung-kantung industri. "Di mana profesionalisme diperkuat, intimidasi intelektual tidak ditoleransi serta membangun semangat integrasi dengan teknologi model enterprise, hal tersebut penting dalam hal optimalisasi membangun Indonesia ke arah yang lebih baik lagi," katanya lagi.

Sementara bagi sektor riil atau perusahaan tradisional, sangat penting untuk mengenali teknologi blockchain, sehingga penerapannya tepat sasaran sesuai kebutuhan industri itu sendiri.

“Pemain sektor riil juga perlumenunjuk kepemimpinan blockchain dalam struktur mereka, atau memungkinkan tim kepemimpinan mereka untuk mengetahui business value yang dibuat blockchain,” tambah Pandu.

Satu hal yang penting dicatat, dia mengingatkan, bicara business value blockchain, maka bukan hanya tanggung jawab divisi IT, melainkan juga masing-masing pimpinan divisi perusahaan tersebut perlu mengetahui. Karena bicara business value merupakan tanggung jawab semua elemen perusahaan tersebut," pungkas Pandu.
(mim)
Berita Terkait
Tiga Rekomendasi Proyek...
Tiga Rekomendasi Proyek Crypto dan Blockchain di Bulan Oktober
ClawKiss Game Vampir...
ClawKiss Game Vampir dengan Teknologi Blockchain Diluncurkan
Tawarkan Reward Poin...
Tawarkan Reward Poin Berbasis Blockchain, HITOP Resmi Diperkenalkan
Aset Kripto Digandrungi...
Aset Kripto Digandrungi Investor Milenial, Pelaku Industri Pacu Literasi dan Edukasi
Tingkatkan Layanan Publik,...
Tingkatkan Layanan Publik, Jabar Mulai Aplikasikan Teknologi Blockchain
VMware Umumkan Kehadiran...
VMware Umumkan Kehadiran Platform Blockchain Kelas Enterprise
Berita Terkini
Kenapa BAIC Taruh Setengah...
Kenapa BAIC Taruh Setengah Nasib 2026 di Tangan T1?
BAIC T1 Hadir, Ini Alasan...
BAIC T1 Hadir, Ini Alasan Orang Pilih Hatchback Crossover EV Dibanding SUV Listrik!
Peta Persaingan Hatchback...
Peta Persaingan Hatchback Crossover EV 2026: BAIC T1 vs BYD Dolphin, Aion UT, GWM Ora, dan MG S5 EV
Harga dan Spesifikasi...
Harga dan Spesifikasi BAIC T1 di Indonesia: Bidik 1.000 Unit, Target Hatchback Crossover Listrik
Hyundai Pamer Ioniq...
Hyundai Pamer Ioniq V Berdesain Cyberpunk dengan Jarak Tempuh 620 km
Bentley Siap Luncurkan...
Bentley Siap Luncurkan Mobil Listrik Pertamanya September Tahun Ini
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved