Google Earth Temukan Bangunan Kuno Diduga Piramida

Senin, 03 September 2018 - 20:01 WIB
Google Earth Temukan...
Google Earth Temukan Bangunan Kuno Diduga Piramida
A A A
SEWARD - Teknologi Google Earth temukan objek bangunan tua yang berjumlah lusinan dan berbaris berukuran hampir 2.000 meter panjangnya. Diduga bangunan itu adalah Piramida.

Dalam rekaman yang diposting oleh Blake dan Brett Cousins ??di YouTube dia menuli"Mungkinkah kota-kota mega tua itu tidak tertutup es?"

Postingan itu tentunya mengundang ribuan komentar yang mengemukakan teori mengenai asal muasal piramida tersebut. Beberapa komentar meyakini bahwa peradaban purba telah membangun struktur bebatuan mirip piramida ini, sebagian lain menyebut ada ‘campur tangan’ makhluk luar angkasa dalam menciptkan bangunan simetris tersebut.

Kehebohan di sosial media tersebut mengundang Eric Rignot, ahli sains sistem planet bumi dari University of California, Irvine, yang mengatakan bahwa ini hanyalah pegunungan yang berbentuk mirip piramida. “Bentuk-bentuk alam yang menyerupai piramida bukanlah hal mustahil. Banyak gunung di dunia yang sebagian mirip piramida, namun biasanya hanya di satu atau dua sisi saja, bukan empat sisi,” lanjutnya sebagaimana diberitakan Live Science.

Gunung ‘piramida’ yang belum diberi nama ini adalah satu dari banyak gunung dalam jajaran Pegunungan Ellsworth Antartika, yang pertama kali ditemukan oleh British Antarctic Expedition pada 1910-1913 , dan tak pernah dipublikasikan secara luas setelahnya. Para ahli yang meneliti Kutub Selatan seringkali menyebut gunung itu dengan “piramida” agar mudah diingat dan memudahkan penyebutan.

Secara spesifik, gunung ini terletak di koordinat 79°58’39.25?S 81°57’32.21?W — di selatan Pegunungan Ellsworth, sebuah kawasan yang disebut Heritage Range. Wilayah ini terkenal karena penemuan fosil-fosil purba luar biasa, seperti trilobit di Periode Cambrian sekitar 500 juta tahun lalu, sebagaimana laporan USGS pada 1972.

“Gunung itu memang tidaklah tinggi, hanya 1.265 meter. Namun, bentuknya yang begitu unik membuatnya istimewa,” kata Mauri Pelto, profesor sains lingkungan hidup dari Nichols College in Dudley, Massachusetts.

Menurut Pelto, erosi es di gunung itu menyebabkan bentuknya lambat laun seperti piramida. Hal tersebut terjadi ketika salju atau air mengisi celah-celah dalam gunung pada siang hari. Ketika malam tiba dan suhu mulai turun, salju membeku dan mengembang, berubah menjadi es. “Es yang mengembang menyebabkan retakan makin besar,” paparnya.

Puncak-puncak gunung yang mirip piramida sebenarnya banyak bertebaran di planet bumi. Gunung Matterhorn di Pegunungan Alpen, juga Gunung Bulandstindur di Islandia adalah dua contoh yang populer.
(wbs)
Berita Terkait
Google.org Umumkan Pendanaan...
Google.org Umumkan Pendanaan Edukasi AI dan Ketahanan Pangan untuk 6 juta Orang di Asia Tenggara
Google Luncurkan Inovasi...
Google Luncurkan Inovasi AI untuk Pendidikan Berkualitas dan Aman di Indonesia
Google Luncurkan 11.000...
Google Luncurkan 11.000 Beasiswa untuk Keterampilan Digital
Komdigi dan Google Luncurkan...
Komdigi dan Google Luncurkan Google Play Protect untuk Keamanan Digital
Google.org Salurkan...
Google.org Salurkan Hibah US$3,5 Juta untuk Dukung 200.000 Petani Kecil di Thailand dan Vietnam
Gebrakan Ramadan Gemini...
Gebrakan Ramadan Gemini 2026 dari Google
Berita Terkini
Mercedes-Benz Luncurkan...
Mercedes-Benz Luncurkan eActros Lowliner, Truk Logistik Jarak Jauh
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Mobil Listrik TikTok...
Mobil Listrik TikTok Siap Meluncur Tahun Ini, ByteDance Siapkan Kejutan
Honda Kaget, Volkswagen...
Honda Kaget, Volkswagen Belajar: China Kini Jadi Guru Industri Mobil Dunia
Lexus Batalkan Proyek...
Lexus Batalkan Proyek Sedan Listrik Baru sebelum Tanggal Produksi
Dikira Cosplayer, Ternyata...
Dikira Cosplayer, Ternyata Shotaro Odate adalah Otak di Balik Inovasi Honda
Infografis
Terbukti Monopoli, KPPU...
Terbukti Monopoli, KPPU Denda Google Rp202,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved