Tahukah Anda, Daur Ulang Elektronik Untungkan Lingkungan dan Ekonomi?

Jum'at, 22 Maret 2019 - 22:26 WIB
Tahukah Anda, Daur Ulang...
Tahukah Anda, Daur Ulang Elektronik Untungkan Lingkungan dan Ekonomi?
A A A
BEIJING - Pertumbuhan industri elektronik selalu tinggi. Sayangnya naiknya penjualan tidak disertai dengan daur ulang yang memadai di industri ini. Padahal hal ini secara ekonomi dan lingkungan sangat menguntungkan.

Dilansir dari Phone Arena, Asosiasi Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Peralatan Elektronik China dan organisasi perlindungan lingkungan baru saja bersama-sama merilis "Laporan Potensi Ekonomi Edaran Produk Elektronik China Waste". Menurut laporan itu, tingkat daur ulang produk elektronik di China saat ini sangat rendah.

Contohnya adalah smartphone. Tingkat daur ulang untuk handphone cerdas yang jumlah penjualannya mencapai puluhan juta unit ternyata kurang dari 2%.

Menurut laporan itu, siklus sumber daya logam produk elektronik lebih ekonomis daripada penambangan emas asli. Jika kandungan emas per ton konsentrat emas primer tidak kurang dari 10 gram, dapat disertifikasi sebagai produk kelas satu. Dan setiap ton smartphone bekas (tidak termasuk baterai) mengandung lebih dari 270 gram emas.

Sementara biaya ekstraksi emas dari papan sirkuit ponsel cerdas adalah 20-65% lebih rendah daripada menambang dan melebur tambang emas primer. "Konten emas dari elektronik yang ditinggalkan jauh lebih tinggi daripada rata-rata kualitas tambang asli," klaim mereka.

Laporan itu juga memperkirakan bahwa pada 2030, jika tingkat daur ulang komputer dan ponsel pintar China dapat mencapai 85%, maka nilai total logam daur ulang akan mencapai USD19 miliar. Dengan dmeikian akan menghemat sekitar 30 miliar kWh energi dibandingkan menambang biji mentah atau mengurangi hampir 2.200 ton emisi.
Sebagai perbandingan, 10.000 ton emisi karbon setara dengan perjalanan pulang-pergi Boeing 747-400 ke Beijing dan New York 26.000 kali.

Sumber juga percaya bahwa untuk meningkatkan tingkat daur ulang produk elektronik, untuk mencapai skala industri, dan untuk mempercepat transisi ke model ekonomi melingkar, maka produsen, merek, pemerintah, dan pihak lain perlu meningkatkan investasi, mengadopsi desain produk ekologis dan mendorong daur ulang.
(mim)
Berita Terkait
Sosialisasikan COVID-19,...
Sosialisasikan COVID-19, Pengelola Apartemen Manfaatkan Jaringan TV Lokal
Samsung Electronics,...
Samsung Electronics, Top Brand Asia Selama 9 Tahun Berturut-turut
Begini Trik Rumah Bersih...
Begini Trik Rumah Bersih Bebas Lelah versi Samsung
Anda Punya Bayi? Welcook...
Anda Punya Bayi? Welcook Cookware Punya Mitra Serasi untuk Urusan di Dapur
Lewat Cara Ini MODENA...
Lewat Cara Ini MODENA Lindungi Tenaga Medis saat Layani Pasien COVID-19
6 Aksesoris Smartphone...
6 Aksesoris Smartphone Terpenting untuk Melindungi dan Memaksimalkan Ponsel
Berita Terkini
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Huawei Luncurkan MPV...
Huawei Luncurkan MPV Supermewah ala Rolls-Royce
Pertamax Tembus Rp16.250?...
Pertamax Tembus Rp16.250? Ini Daftar Harga Mobil Hybrid Termurah hingga Termahal 2026!
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
GoPro Sekarat: Dari...
GoPro Sekarat: Dari Bintang Wall Street Rp198 Triliun Jadi Saham Receh
Veloz Hybrid EV Keliling...
Veloz Hybrid EV Keliling Sulawesi 40 Hari Nonstop, Untuk Apa?
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved