Industri Otomotif Tunggu Isi Draf Perpres Mobil Listrik Jokowi

Kamis, 08 Agustus 2019 - 15:14 WIB
Industri Otomotif Tunggu...
Industri Otomotif Tunggu Isi Draf Perpres Mobil Listrik Jokowi
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah meneken Peraturan Presiden (Perpres) tentang mobil listrik, Kamis pagi (8/8/2019). Hal itu disambut posotif oleh industri otomotif di Indonesia.

Namun sayangnya sebagian Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) yang ditanyakan SINDOnews, sebagian besar masih belum mengetahui Isi Draf Perpres tersebut.

Seperti yang diungkap PT Sokonindo Automobile pemegang merek mobil DFSK di Indonesia melalui Arviane D.B, PR Digital Manager & Marketing DF mengatakan DFSK Indonesia menyambut baik Perpres tersebut.

" Tentunya kami menyambut positif, namun hingga sekarang kami belum mendapat sosialisasi secara resmi tentang Pepres tersebut dari Kementrian terkait. Tentunya jika nnti kami mendapatkan surat keppres tersebut, akan kami pelajari dan diskusikan di internal kami," tegas wanita yang akrab disapa Ane kepada SINDOnews, Kamis (8/2/2019)

Sebelumnya pada 27 Juli DFSK menyatakan untuk mendukung kebijakkan Pemerintah Indonesia, DFSK melalui PT Sokonindo Automobile dengan pabrik di Cikande sebagai perusahaan yang menjalankan usaha di Indonesia tentu berkomitmen untuk mendukung program-program pemerintah Indonesia dalam pengembangan industri kendaraan bermotor, salah satunya adalah pengembangan kendaraan ramah lingkungan.

Dalam hal ini, pada dasarnya kami sudah siap secara teknologi dan pabrik untuk memasuki pasar mobil listrik sebagai kendaraan yg relatif lebih ramah lingkungan dibanding kendaraan konvensional, terutama dari sisi emisi gas buang. Sebagai bukti, selama pameran GIIAS 2019 di BSD, DFSK menampilkan prototype mobil listrik SUV yaitu Glory E3 yg berkapasitas 5 (lima) penumpang.

" Mengenai insentif perpajakan dan lainnya, bagi kami selaku produsen tentunya ini merupakan hal yang menjadi pertimbangan utama dalam mengembangkan dan memasarkan mobil listrik di Indonesia. Semoga peraturan dan kebijakan pengembangan mobil listrik di Indonesia kondusif dan berdaya saing sehingga Indonesia dapat menjadi salah satu negara yg menjadi leader dalam pengembangan kendaraan ramah lingkungan" ungkap CO CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, melalui keterangan resminya.

Sebelum diteken Jokowi, perumusan perpres mobil listrik ini sempat mengalami kendala. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyampaikan, kendala penerbitan perpres tersebut karena adanya pro-kontra di antara anggota Kabinet Kerja.

"Peraturan presiden ditunggu hampir 1,5 tahun, debat antar-menteri enggak selesai-selesai. Ada yang pro mobil listrik, ada yang melawan," ujar Ignasius Jonan di Jakarta, Minggu (28/7/2019). Proses perdebatan panjang antar menteri itu terkait pembahasan komponen lokal yang kelak akan membantu produsen dalam memproduksi kendaraan listrik nasional.
(wbs)
Berita Terkait
Mobil Buatan China Kuasai...
Mobil Buatan China Kuasai Industri Otomotif Australia
Jeremy Clarkson Sebut...
Jeremy Clarkson Sebut Semua Mobil Baru adalah Sampah
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Kendaraan Listrik Pengisian Dayanya Secepat Bensin
Electron One Hypercar...
Electron One Hypercar Listrik Harian Tercepat di Dunia
Dorong Mobil Listrik...
Dorong Mobil Listrik Buatan Dalam Negeri, Indonesia Diminta Berguru ke Vietnam
Smart Fortwo Kembali,...
Smart Fortwo Kembali, Mobil Listrik Dua Kursi, Jarak Tempuh 299 KM
Berita Terkini
BMW Mengkonfirmasi M3...
BMW Mengkonfirmasi M3 Generasi Berikutnya Tidak Akan Gunakan PHEV
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Lawan Toyota Yaris Cross,...
Lawan Toyota Yaris Cross, Hyundai i20 Berubah Ukuran
Apa Itu PHEV? Begini...
Apa Itu PHEV? Begini Lepas L8 Tempuh 1.300 Km Sekali Isi Penuh
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved