Penjualan mobil di Semarang mengalami penurunan
Rabu, 12 Maret 2014 - 21:26 WIB
Penjualan mobil di Semarang mengalami penurunan
A
A
A
Sindonews.com - Persaingan penjualan mobil di Kota Semarang makin ketat seiring munculnya produk-produk baru. Akibat persaingan ketat ini sejumlah dealer mengalami penurunan penjualan.
Persaingan yang ketat salah satunya dirasakan oleh Nissan Mobil, dimana pada bulan Februari 2014 penjualan sempat menurun signifikan.
Penjualan Nissan Mobil mengalami penurunan yang signifikan dalam dua bulan awal 2014 ini. Pada Februari penjualan kurang dari 100 unit, padahal biasanya penjualan berada di kisaran 120 unit per bulan.
Penurunan penjualan ini tidak lepas dari makin ketatnya persaingan penjualan mobil seiring munculnya produk-produk baru termasuk mobil-mobil LCGC, yang makin menjamur.
Branch Manager Nissan Mobil Semarang, Lutfi Affandi mengatakan, pada Februari, penjualan Nissan di Kota Semarang kurang dari 100 unit. Padahal, sebelumnya penjualan Nissan ada di kisaran 120 unit per bulan.
Disebutkannya, Pada dua dealer Nissan di Anjasmoro dan Majapahit, pada Februari penjualannya memang sempat turun ketimbang Januari yang mencapai 110 unit.
“Pada bulan Maret ini penjualannya diharapkan akan kembali normal. Setidaknya, ditargetkan penjualan melalui 2 dealer bisa mencapai 122 unit,” katanya.
Menurutnya, Nissan sendiri masih mengandalkan produk Nissan Grand Livina sebagai penyumbang penjualan terbesar. Kontribusi penjualan Grand Livina bisa mencapai 70 persen dari total penjualan, disusul Evalia 10 persen, March 10 persen, dan sisanya lain-lain.
"Pasar mobil di kelas MPV Low memang yang banyak diminati. Dengan kapasitas penumpang sekitar 8 orang, mobil ini cocok untuk seluruh segmen," ungkapnya.
Ditambahkan, Nissan pun kini berupaya mendongkrak pasar SUV melalui produk Nissan March. Apalagi, baru-baru ini Nissan mengeluarkan generasi baru, New Nissan March.
"New Nissan March dibanderol dengan harga mulai Rp164 jutaan, terdiri dari dua tipe, 1.200 cc dan 1.500 cc," imbuhnya.
Selama ini, lanjutnya, penjualan Nissan March ada di kisaran 15 unit per bulan. Dan khusus untuk Nissan March, sejak diluncurkan bulan lalu, penjualannya sudah mencapai 25 unit di Kota Semarang.
Makin ketatnya persaingan penjualan mobil juga dirasakan oleh Nasmoco Grup sebagai dealer Resmi Toyota di Jawa Tengah dan DIY, dimana penjualan Avanza mengalami penurunan hingga 10 persen pada dua bulan terakhir ini.
Managing Director Nasmoco Group (Dealer Resmi Toyota di Jateng-DIY), Fatrijanto mengatakan, pergeseran angka pembelian produk Avanza ke produk baru Toyota, sudah mulai terasa di bulan Januari-Februari.
“Tahun lalu kita bisa menjual 2.500 unit per bulan, sekarang ini hanya tembus di angka 2.200-2.300 unit,” katanya.
Persaingan yang ketat salah satunya dirasakan oleh Nissan Mobil, dimana pada bulan Februari 2014 penjualan sempat menurun signifikan.
Penjualan Nissan Mobil mengalami penurunan yang signifikan dalam dua bulan awal 2014 ini. Pada Februari penjualan kurang dari 100 unit, padahal biasanya penjualan berada di kisaran 120 unit per bulan.
Penurunan penjualan ini tidak lepas dari makin ketatnya persaingan penjualan mobil seiring munculnya produk-produk baru termasuk mobil-mobil LCGC, yang makin menjamur.
Branch Manager Nissan Mobil Semarang, Lutfi Affandi mengatakan, pada Februari, penjualan Nissan di Kota Semarang kurang dari 100 unit. Padahal, sebelumnya penjualan Nissan ada di kisaran 120 unit per bulan.
Disebutkannya, Pada dua dealer Nissan di Anjasmoro dan Majapahit, pada Februari penjualannya memang sempat turun ketimbang Januari yang mencapai 110 unit.
“Pada bulan Maret ini penjualannya diharapkan akan kembali normal. Setidaknya, ditargetkan penjualan melalui 2 dealer bisa mencapai 122 unit,” katanya.
Menurutnya, Nissan sendiri masih mengandalkan produk Nissan Grand Livina sebagai penyumbang penjualan terbesar. Kontribusi penjualan Grand Livina bisa mencapai 70 persen dari total penjualan, disusul Evalia 10 persen, March 10 persen, dan sisanya lain-lain.
"Pasar mobil di kelas MPV Low memang yang banyak diminati. Dengan kapasitas penumpang sekitar 8 orang, mobil ini cocok untuk seluruh segmen," ungkapnya.
Ditambahkan, Nissan pun kini berupaya mendongkrak pasar SUV melalui produk Nissan March. Apalagi, baru-baru ini Nissan mengeluarkan generasi baru, New Nissan March.
"New Nissan March dibanderol dengan harga mulai Rp164 jutaan, terdiri dari dua tipe, 1.200 cc dan 1.500 cc," imbuhnya.
Selama ini, lanjutnya, penjualan Nissan March ada di kisaran 15 unit per bulan. Dan khusus untuk Nissan March, sejak diluncurkan bulan lalu, penjualannya sudah mencapai 25 unit di Kota Semarang.
Makin ketatnya persaingan penjualan mobil juga dirasakan oleh Nasmoco Grup sebagai dealer Resmi Toyota di Jawa Tengah dan DIY, dimana penjualan Avanza mengalami penurunan hingga 10 persen pada dua bulan terakhir ini.
Managing Director Nasmoco Group (Dealer Resmi Toyota di Jateng-DIY), Fatrijanto mengatakan, pergeseran angka pembelian produk Avanza ke produk baru Toyota, sudah mulai terasa di bulan Januari-Februari.
“Tahun lalu kita bisa menjual 2.500 unit per bulan, sekarang ini hanya tembus di angka 2.200-2.300 unit,” katanya.
(gpr)