Penjualan BMW di Jateng-DIY diprediksi tumbuh 25%
Rabu, 19 Maret 2014 - 19:15 WIB
Penjualan BMW di Jateng-DIY diprediksi tumbuh 25%
A
A
A
Sindonews.com - Persaingan pasar mobil kelas premium di Jawa Tengah dan DIY masih sangat menjanjikan. Karena itu, PT Astra International Tbk, authorized BMW Dealer di Jateng-DIY optimis pasar BMW mampu tumbuh 25 persen dibandingkan tahun lalu.
Branch Manager Astra International Authorized BMW Dealer Semarang, Heru Purwanto mengatakan, tahun ini pihaknya mentargetkan menjual 75 unit untuk wilayah Jateng dan DIY. Target ini naik dari tahun sebelumnya berhasil menjual sebenyak 60 unit.
"Tahun ini target 75 unit di Jateng-DIY atau 6-7 unit per bulan. Tahun lalu kita berhasil menjual 60 unit atau 5 unit per bulan," katanya, Rabu (19/3/2014).
Dia mengatakan, saat ini pihaknya makin agresif dalam memasarkan produknya. Terlebih di tahun ini, BMW akan mengeluarkan 13 varian terbaru. Hal itu semakin menambah optimisme untuk mampu menjual produk mobil kelas premium tersebut.
Menurutnya, di Jawa Tengah dan DIY merupakan pasar yang sangat potensial untuk penjualan mobil-mobil premium. Menurutnya, Jateng-DIY merupakan pasar raksasa yang sedang tidur. Untuk itu, BMW akan membangunkan pasar yang luas ini, karena banyak market potensial, seperti di Yogyakarta, Jepara, Kudus, Cilacap, Tegal, Solo, dan kota lainnya yang belum tergarap optimal.
Meskipun saat ini market share mobil premium masih dikisaran 10 persen, namun dari tahun ke tahun terus meningkat. "Kami masih optimis penjualan BMW di Jateng-DIY dapat melampaui target. Bahkan, pada Februari penjualannya mulai terasa peningkatannya dibandingkan bulan-bulan sebelumnya," ujar dia.
Heru menuturkan, dari seluruh varian produk BMW, terlaris ada di BMW seri 3 dengan kontribusi sekitar 50 persen, disusul BMW seri 5 (30 persen), serta BMW X1, BMW X3, dan lain-lain. Sedangkan untuk pasar Jateng-DIY, penjualan terbesar masih ada di Kota Semarang sekitar 50 persen, disusul Yogyakarta dan kota-kota lainnya.
"BMW memang telah memiliki segmen pasar tersendiri, utamanya para pecinta mobil kelas premium yang benar-benar ingin merasakan kenyamanan, dan Safety," jelasnya.
Dia mengaku, Mobil BMW memang harganya cukup mahal. Karena BMW benar-benar memperhatikan faktor keamanan dan kenyamanan dalam mengemudi. "Semua varian BMW dilengkapi Airbag, baik yang kelas medium maupun premium. Airbagnya pun tidak hanya satu tetapi pada semua kursi," tuturnya.
Sales Counter Astra International Authorized BMW Dealer Semarang, Andafidar menambahkan, untuk menggenjot penjualan tahun ini, berbagai upaya akan dilakukan, yakni pameran, repeat order (customer gathering bagi konsumen pemilik BMW untuk pembelian kembali), serta masuk ke komunitas-komunitas penggemar BMW.
Branch Manager Astra International Authorized BMW Dealer Semarang, Heru Purwanto mengatakan, tahun ini pihaknya mentargetkan menjual 75 unit untuk wilayah Jateng dan DIY. Target ini naik dari tahun sebelumnya berhasil menjual sebenyak 60 unit.
"Tahun ini target 75 unit di Jateng-DIY atau 6-7 unit per bulan. Tahun lalu kita berhasil menjual 60 unit atau 5 unit per bulan," katanya, Rabu (19/3/2014).
Dia mengatakan, saat ini pihaknya makin agresif dalam memasarkan produknya. Terlebih di tahun ini, BMW akan mengeluarkan 13 varian terbaru. Hal itu semakin menambah optimisme untuk mampu menjual produk mobil kelas premium tersebut.
Menurutnya, di Jawa Tengah dan DIY merupakan pasar yang sangat potensial untuk penjualan mobil-mobil premium. Menurutnya, Jateng-DIY merupakan pasar raksasa yang sedang tidur. Untuk itu, BMW akan membangunkan pasar yang luas ini, karena banyak market potensial, seperti di Yogyakarta, Jepara, Kudus, Cilacap, Tegal, Solo, dan kota lainnya yang belum tergarap optimal.
Meskipun saat ini market share mobil premium masih dikisaran 10 persen, namun dari tahun ke tahun terus meningkat. "Kami masih optimis penjualan BMW di Jateng-DIY dapat melampaui target. Bahkan, pada Februari penjualannya mulai terasa peningkatannya dibandingkan bulan-bulan sebelumnya," ujar dia.
Heru menuturkan, dari seluruh varian produk BMW, terlaris ada di BMW seri 3 dengan kontribusi sekitar 50 persen, disusul BMW seri 5 (30 persen), serta BMW X1, BMW X3, dan lain-lain. Sedangkan untuk pasar Jateng-DIY, penjualan terbesar masih ada di Kota Semarang sekitar 50 persen, disusul Yogyakarta dan kota-kota lainnya.
"BMW memang telah memiliki segmen pasar tersendiri, utamanya para pecinta mobil kelas premium yang benar-benar ingin merasakan kenyamanan, dan Safety," jelasnya.
Dia mengaku, Mobil BMW memang harganya cukup mahal. Karena BMW benar-benar memperhatikan faktor keamanan dan kenyamanan dalam mengemudi. "Semua varian BMW dilengkapi Airbag, baik yang kelas medium maupun premium. Airbagnya pun tidak hanya satu tetapi pada semua kursi," tuturnya.
Sales Counter Astra International Authorized BMW Dealer Semarang, Andafidar menambahkan, untuk menggenjot penjualan tahun ini, berbagai upaya akan dilakukan, yakni pameran, repeat order (customer gathering bagi konsumen pemilik BMW untuk pembelian kembali), serta masuk ke komunitas-komunitas penggemar BMW.
(izz)