Pasar mobil niaga tak terpengaruh Pemilu 2014
Minggu, 23 Maret 2014 - 18:38 WIB
Pasar mobil niaga tak terpengaruh Pemilu 2014
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang Pemilu 2014, penjualan mobil terutama jenis MPV low mengalami kelesuan. Namun tidak dengan penjualan mobil niaga. Penjualan mobil niaga jenis pick up masih cukup stabil.
Manajer Promosi PT Sun Motor Indosentra Trada Main Dealer Suzuki R-4 Semarang, Mutakin mengakui, penjualan penjualan mobil niaga Suzuki sangat stabil dibandingkan penjualan produk lain. Jika produk lain terpengaruh dengan pemilu, penjualan pick up tidak terpengaruh sama sekali.
"Penjualan dari tahun-ke tahun sangat stabil dan justru terus mengalami peningkatan. Penjualan kita paling banyak rata-rata di daerah pantura seperti Kudus, Jepara, dan Demak," katanya, Minggu (23/3/2014).
Dia menyebutkan, Suzuki memiliki beberapa produk mobil niaga diantaranya Mega Carry dan Futura. Dalam waktu dekat ini sambungnya, akan ada varian baru dari Mega Carry, yakni Mega Carry AC dan power staring.
"Penjualan pick up masih menjadi nomer dua dari seluruh penjualan produk Suzuki dengan market share mencapa 30 persen. Pertama, masih dipengang Ertiga dengan market share masih sekitar 50 persen," katanya.
Untuk jenis pick up ini, kata dia, area Karesidenan Pati dan Karesidenan Semarang setiap bulan ditargetkan mampu menjual sekitar 125 unit. "Tahun lalu penjualan mencapai 1.000 unit dan tahun ini meningkat menjadi 1.200 uni," imbuhnya.
Hal yang sama diungkapkan Sales Supervsior Astra International Daihatsu Majapahit Semarang, Aditnya Arif Indrawan. Menurutnya, penjualan pick up Daihatsu Grand Max memiliki kontribusi yang sama besarnya dengan penjualan Xenia. "Pick up kontribusinya sekitar 30 persen sama dengan Xenia," ujarnya.
Dia mengaku, penjualan pick up masih sangat menjanjikan karena tidak terpengaruh dengan apapun, baik Pemilu maupun dengan menjamurnya produk LCGC dan MPV low di pasaran. "Pick up punya segmen sendiri," ucapnya.
Aditnya menyebutkan, rata-rata penjualan khusus untuk Astra International Daihatsu Majapahit Semarang mampu mencapai lebih dari 50 unit. "Kita terget tahun ini untuk all pick up, 800 unit," ujarnya.
Manajer Promosi PT Sun Motor Indosentra Trada Main Dealer Suzuki R-4 Semarang, Mutakin mengakui, penjualan penjualan mobil niaga Suzuki sangat stabil dibandingkan penjualan produk lain. Jika produk lain terpengaruh dengan pemilu, penjualan pick up tidak terpengaruh sama sekali.
"Penjualan dari tahun-ke tahun sangat stabil dan justru terus mengalami peningkatan. Penjualan kita paling banyak rata-rata di daerah pantura seperti Kudus, Jepara, dan Demak," katanya, Minggu (23/3/2014).
Dia menyebutkan, Suzuki memiliki beberapa produk mobil niaga diantaranya Mega Carry dan Futura. Dalam waktu dekat ini sambungnya, akan ada varian baru dari Mega Carry, yakni Mega Carry AC dan power staring.
"Penjualan pick up masih menjadi nomer dua dari seluruh penjualan produk Suzuki dengan market share mencapa 30 persen. Pertama, masih dipengang Ertiga dengan market share masih sekitar 50 persen," katanya.
Untuk jenis pick up ini, kata dia, area Karesidenan Pati dan Karesidenan Semarang setiap bulan ditargetkan mampu menjual sekitar 125 unit. "Tahun lalu penjualan mencapai 1.000 unit dan tahun ini meningkat menjadi 1.200 uni," imbuhnya.
Hal yang sama diungkapkan Sales Supervsior Astra International Daihatsu Majapahit Semarang, Aditnya Arif Indrawan. Menurutnya, penjualan pick up Daihatsu Grand Max memiliki kontribusi yang sama besarnya dengan penjualan Xenia. "Pick up kontribusinya sekitar 30 persen sama dengan Xenia," ujarnya.
Dia mengaku, penjualan pick up masih sangat menjanjikan karena tidak terpengaruh dengan apapun, baik Pemilu maupun dengan menjamurnya produk LCGC dan MPV low di pasaran. "Pick up punya segmen sendiri," ucapnya.
Aditnya menyebutkan, rata-rata penjualan khusus untuk Astra International Daihatsu Majapahit Semarang mampu mencapai lebih dari 50 unit. "Kita terget tahun ini untuk all pick up, 800 unit," ujarnya.
(izz)