Meskipun Rupiah Melemah Nissan Tak Naikkan Harga
Jum'at, 13 Maret 2015 - 20:27 WIB
Meskipun Rupiah Melemah Nissan Tak Naikkan Harga
A
A
A
JAKARTA - Meski nilai tukar rupiah makin tertekan terhadap dollar AS, PT Nissan Motor Indonesia (NMI) memastikan belum akan menaikkan harga jual produk mereka. Karena tanpa kenaikan harga, pasar sudah lesu.
"Jika kita baca data Gaikindo, penjualan mobil pada Februari sekitar 82 ribu unit, normalnya 100 ribuan. Berarti ini sudah turun 20%," ujar President Director PT NMI Steve Adrianto, di Jakarta, Jumat (13/3/2015).
Steve mengatakan, saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar yang tembus Rp13.204 per hari ini masih dalam taraf toleransi. Kecuali jika rupiah terus merosot diatas Rp15 ribu per dolar. "Kalau segitu kita harus naikkan harga," imbuhnya.
Dia menjelaskan, jika nantinya harus menaikkan harga jual, maka dampak paling besar akan dirasakan segmen premium. Sebab segmen ini memiliki TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) paling sedikit.
Sementara untuk level medium dan low kenaikan harga tidak terlalu tinggi. Karena dua segmen ini memiliki TKDN paling besar. Komponen yang harus didatangkan dari luar negeri sedikit, sehingga biaya impor lebih sedikit.
"Terus terang, untuk Serena dan X-Trail yang harganya Rp400 jutaan ke atas dan volume kecil lokalnya tidak bisa banyak. Biasanya sekitar 20% sampai 30%, berarti komponen lain harus impor," pungkasnya.
Sebagai catatan, tahun ini Nissan menargetkan penjualan seluruh model sebesar 40 ribu unit. Angka tersebut sama seperti target 2014, dimana penjualan terbesar disumbang Grand Livina dengan total pencapaian 20 ribu unit.
"Tahun lalu Grand Livina sumbang hampir 50% penjualan. X-Trail sekitar 8 ribu unit (20%), March sekitar 8-9 ribu (20%), dan 10% sisanya menyebar ke model lain," pungkas GM Strategy and Planning Division PT NMI Budi nur Mukmin.
"Jika kita baca data Gaikindo, penjualan mobil pada Februari sekitar 82 ribu unit, normalnya 100 ribuan. Berarti ini sudah turun 20%," ujar President Director PT NMI Steve Adrianto, di Jakarta, Jumat (13/3/2015).
Steve mengatakan, saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar yang tembus Rp13.204 per hari ini masih dalam taraf toleransi. Kecuali jika rupiah terus merosot diatas Rp15 ribu per dolar. "Kalau segitu kita harus naikkan harga," imbuhnya.
Dia menjelaskan, jika nantinya harus menaikkan harga jual, maka dampak paling besar akan dirasakan segmen premium. Sebab segmen ini memiliki TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) paling sedikit.
Sementara untuk level medium dan low kenaikan harga tidak terlalu tinggi. Karena dua segmen ini memiliki TKDN paling besar. Komponen yang harus didatangkan dari luar negeri sedikit, sehingga biaya impor lebih sedikit.
"Terus terang, untuk Serena dan X-Trail yang harganya Rp400 jutaan ke atas dan volume kecil lokalnya tidak bisa banyak. Biasanya sekitar 20% sampai 30%, berarti komponen lain harus impor," pungkasnya.
Sebagai catatan, tahun ini Nissan menargetkan penjualan seluruh model sebesar 40 ribu unit. Angka tersebut sama seperti target 2014, dimana penjualan terbesar disumbang Grand Livina dengan total pencapaian 20 ribu unit.
"Tahun lalu Grand Livina sumbang hampir 50% penjualan. X-Trail sekitar 8 ribu unit (20%), March sekitar 8-9 ribu (20%), dan 10% sisanya menyebar ke model lain," pungkas GM Strategy and Planning Division PT NMI Budi nur Mukmin.
(dol)