China Jadi Raksasa Teknologi, Jaksa Agung AS Salahkan Perusahaan Amerika

Sabtu, 18 Juli 2020 - 23:01 WIB
Dia secara khusus memanggil perusahaan jaringan Cisco dan menyalahkan perusahaan itu karena membantu Partai Komunis membangun sistem paling canggih untuk pengawasan dan penyensoran internet.

Barr mengecam Apple karena menggunakan server yang berlokasi di China untuk mentransfer bagian dari data iCloud-nya. Pejabat penegak hukum top di AS mengatakan, sebagai hasilnya, Apple telah mengizinkan Pemerintah China untuk mengakses email, teks, dan data pribadi lainnya yang disimpan di cloud.

Barr juga menunjukkan, Apple menghapus aplikasi berita Quartz dari App Store di China setelah Pemerintah China mengeluh tentang liputan protes aplikasi di Hong Kong. Dia juga mengatakan, Apple tidak akan mengizinkan Pemerintah AS untuk membuka sepasang iPhone milik seorang teroris. Terakhir, aksi teror menewaskan tiga pria di pangkalan Angkatan Laut di Pensacola, Florida Desember lalu.

"Selama empat setengah bulan kami mencoba masuk tanpa bantuan dari Apple," sesalnya.

Menjawab tudingan ini, Apple mengirim email ke CNBC. Dalam surat elektronik itu, mereka menunjukkan bagaimana perusahaan memiliki komitmen kuat terhadap keamanan siber, termasuk enkripsi kuat di seluruh perangkat dan server-nya.

Sejauh menawarkan perangkatnya kepada konsumen di China, Apple mengatakan, produknya membantu pelanggan China berkomunikasi, belajar, mengekspresikan kreativitas, dan melatih kecerdikannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!