YIMM Akui Kasus Rangka eSAF Tak Mempengaruhi Pejualan Motor Yamaha
Jum'at, 06 Oktober 2023 - 08:35 WIB
Pabrik Yamaha Indonesia di Karawang Jawa Barat. FOTO/ DOK SINDOnews
KARAWANG - Kasus rangka eSAF (enhanced Smart Architechture Frame) yang berkarat dan patah masih menjadi perbincangan. Bahkan, ini menjadi pertimbangan masyarakat Indonesia untuk membeli sepeda motor. Lantas, ini pengaruhi penjualan motor Yamaha?
BACA JUGA - Rangka eSAF Diduga Keropos dan Berkarat, Begini Jawaban AHM
President Director dan CEO PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Dyonisius Beti mengatakan penjualam motor Yamaha tidak terpengaruh isu rangka patah. Tapi, ada faktor lain yang menghambat penjualan sepeda motor mereka.
“Kami tidak lihat dari isu, (sebenarnya) kami agak terganggu dengan adanya ini. Tapi fokus Yamaha karena fokus pada produk dan recovery chip. Jadi bukan karena ada isu frame, tapi recovery,” kata Dyon kepada awak media di Karawang, Jawa Barat, Kamis (5/10/2023).
Kendati begitu, Dyon menegaskan seluruh produk yang dibuat oleh Yamaha sesuai dengan standar global dan memiliki kualitas tinggi. Tetapi untuk penjualan, ia mengungkapkan tidak bisa mengendalikan konsumen.
“Di September itu ada penurunan dipermintaan. Tapi di Yamaha, produksi kami itu masih sesuai, justru permintaannya turun. Jadi, (fokus) kita adalah lebih perhatikan lagi high quality Yamaha,” ujarnya.
BACA JUGA - Rangka eSAF Diduga Keropos dan Berkarat, Begini Jawaban AHM
President Director dan CEO PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Dyonisius Beti mengatakan penjualam motor Yamaha tidak terpengaruh isu rangka patah. Tapi, ada faktor lain yang menghambat penjualan sepeda motor mereka.
“Kami tidak lihat dari isu, (sebenarnya) kami agak terganggu dengan adanya ini. Tapi fokus Yamaha karena fokus pada produk dan recovery chip. Jadi bukan karena ada isu frame, tapi recovery,” kata Dyon kepada awak media di Karawang, Jawa Barat, Kamis (5/10/2023).
Kendati begitu, Dyon menegaskan seluruh produk yang dibuat oleh Yamaha sesuai dengan standar global dan memiliki kualitas tinggi. Tetapi untuk penjualan, ia mengungkapkan tidak bisa mengendalikan konsumen.
“Di September itu ada penurunan dipermintaan. Tapi di Yamaha, produksi kami itu masih sesuai, justru permintaannya turun. Jadi, (fokus) kita adalah lebih perhatikan lagi high quality Yamaha,” ujarnya.
Lihat Juga :