5 Alasan Mengapa Honda Harus Membawa HR-V Listrik e:N1 ke Indonesia
Selasa, 27 Februari 2024 - 21:46 WIB
Honda e:N1 yang nantinya akan menantang langsung Chery Omoda E5 dan BYD Atto 3. Foto: Sindonews/Danang Arradian
JAKARTA - Honda HR-V listrik alias e:N1 sudah diproduksi di pabrik Honda di Rojana Industrial Park, provinsi Prachinburi, Thailand, menggunakan komponen lokal. Apakah mobil tersebut nantinya akan diboyong ke Indonesia?
Honda e:N1 rencananya akan dipasarkan di Thailand di kuartal pertama 2024. Di Eropa mobil tersebut dijual hampir 45.000 poundsterling atau Rp900 juta.
Di China, setelah subsidi harga Honda e:N1 menjadi Rp400 juta (420 km) dan Rp470 juta (510 km). Adapun di Thailand, sebelum subsidi harganya Rp650 juta.
Terkait hal tersebut, Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM Yusak Billy belum memberikan komentarnya. Menurutnya, saat ini pihak Honda terus melakukan riset terkait elektrifikasi. “Termasuk melakukan edukasi ke masyarakat,” ungkapnya.
SINDONews sendiri sudah pernah mencoba mengendarai Honda e:N1 di Jepang, menjajal langsung performa mobil tersebut di sirkuit. Nah, berikut adalah alasan mengapa Honda penting untuk membawa e:N1 ke Indonesia:
Honda e:N1 rencananya akan dipasarkan di Thailand di kuartal pertama 2024. Di Eropa mobil tersebut dijual hampir 45.000 poundsterling atau Rp900 juta.
Di China, setelah subsidi harga Honda e:N1 menjadi Rp400 juta (420 km) dan Rp470 juta (510 km). Adapun di Thailand, sebelum subsidi harganya Rp650 juta.
Terkait hal tersebut, Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM Yusak Billy belum memberikan komentarnya. Menurutnya, saat ini pihak Honda terus melakukan riset terkait elektrifikasi. “Termasuk melakukan edukasi ke masyarakat,” ungkapnya.
SINDONews sendiri sudah pernah mencoba mengendarai Honda e:N1 di Jepang, menjajal langsung performa mobil tersebut di sirkuit. Nah, berikut adalah alasan mengapa Honda penting untuk membawa e:N1 ke Indonesia:
1. Model Pionir
e:N1 akan jadi model pionir Honda untuk masuk ke mobil listrik murni, terutama di Asia Tenggara. Mobil tersebut akan jadi mengawali tonggak strategi Honda global untuk menjual 2 juta unit BEV hingga 2030.Lihat Juga :