5 Tips Merawat Transmisi Kendaraan agar Tak Cepat Rusak
Rabu, 03 April 2024 - 12:45 WIB
4. Engine brake
Engine brake adalah upaya pengereman dengan memanfaatkan putaran mesin saat transmisi diturunkan ke gigi yang lebih rendah. Jika menghabiskan waktu di jalan pegunungan yang curam, kemungkinan besar pengendara mencium bau rem yang terbakar karena penggunaan yang berlebihan. Ada baiknya menggunakan rem dengan hemat di jalan menurun yang panjang, sehingga banyak pengemudi yang memilih untuk menurunkan gigi untuk memperlambat laju kecepatan. Namun perlu diperhatikan saat melakukan engine brake agar tidak merusak transmisi, sesuaikan kombinasi kecepatan dan pengereman saat menurunkan gigi agar tidak terlalu membebani transmisi.
Saat menggunakan gigi untuk memperlambat, pengemudi akan mendengar putaran mesin pada RPM tinggi sebelum kendaraan mulai mengurangi kecepatannya. Sama halnya dengan akselerasi agresif, akan memberikan tekanan besar pada gigi dan menyebabkan suhu pengoperasian meningkat. Ingatlah kampas rem yang aus jauh lebih murah dan membutuhkan banyak tenaga dibandingkan memperbaiki atau mengganti transmisi.
5. Membawa beban berat
Banyak orang telah mengetahui fungsionalitas dari kenyamanan SUV dan mobil pikap. Kendaraan ini biasanya dapat mengangkut lebih banyak barang dan menarik lebih banyak beban. Namun jika ingin memasang trailer atau menderek sesuatu, verifikasi dulu kapasitas derek resmi kendaraan. Mengenai keselamatan, sebaiknya pertimbangkan untuk berhenti pada 90% dari angka kapasitas yang disarankan.
Menarik lebih banyak beban daripada yang dapat ditanggung oleh kendaraan berisiko dan memaksa transmisi bekerja terlalu keras. Gigi persneling yang memungkinkannya terhubung ke dalam transmisi saat perpindahan gigi dapat putus sebagai respons langsung terhadap beban besar dan kuat di luar kemampuan kendaraan.
MG/Maulana Kusumadewa Iskandar
(msf)
Lihat Juga :