Gara-gara Emisi, Motor Bebek Terlaris di Dunia Ini Disuntik Mati

Rabu, 26 Juni 2024 - 07:48 WIB
Tren ini menunjukkan pergeseran preferensi konsumen ke arah kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Meski dikenal sebagai pemain utama dalam pasar sepeda motor berkapasitas mesin kecil, dengan pangsa pasar lebih dari 80 persen, Honda harus menghadapi kenyataan pahit bahwa regulasi emisi yang ketat membuat produksi Super Cub 50 tidak lagi menguntungkan.

Pemerintah Jepang memberlakukan undang-undang emisi baru yang memaksa produsen untuk menjual motor kecil dengan harga yang setara dengan motor bebek bermesin 125 cc atau lebih. Mereka memaksa produsen untuk menjual motor dengan mesin kecil dari 200.000-300.000 yen (Rp20,5 juta - Rp30,8 juta) ke harga yang sama seperti motor-motor bebek bermesin 125 cc atau lebih.

Hal ini membuat Honda merasa Super Cub 50 akan kesulitan bersaing di pasar. Padahal, motor bebek legendaris ini telah terjual lebih dari 110 juta unit sejak diperkenalkan, menjadikannya motor terlaris di dunia.

Saat ini, Honda Jepang masih menjual berbagai moped di bawah 50cc, termasuk Super Cub, Cross Cub, skuter Benly, dan CRF50F yang ditujukan untuk motorsport junior. Namun, penghentian produksi Super Cub 50 menandai berakhirnya sebuah era bagi motor bebek legendaris ini.

Meski demikian, Honda tidak sepenuhnya meninggalkan nama Super Cub. Varian dengan kapasitas mesin lebih besar, seperti C125, kemungkinan besar akan tetap ditawarkan kepada konsumen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!