Misteri Harga Mobil di Indonesia: Mengapa Lebih Mahal dari Thailand?
Jum'at, 12 Juli 2024 - 17:16 WIB
Wuling Air EV: Contoh Nyata Disparitas Harga
Salah satu contoh nyata adalah Wuling Air EV. Mobil listrik ini dijual dengan harga Rp180 jutaan di Thailand, sementara di Indonesia dibanderol Rp300 jutaan, meskipun sudah dirakit secara lokal di Cikarang, Jawa Barat. Perbedaan harga yang signifikan ini menunjukkan betapa besarnya dampak pajak terhadap harga jual mobil di Indonesia.Beban Pajak yang Tinggi di Indonesia
Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, mengungkapkan bahwa tingginya harga mobil di Indonesia disebabkan oleh banyaknya instrumen pajak yang dikenakan. Pajak-pajak ini, termasuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), dapat mencapai lebih dari 30-40 persen dari harga jual mobil.Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo mengatakan, “harga mobil ini juga diskusi dengan Pemda (pemerintah daerah), karena BBNKB itu menjadi isu. Itu (pajak) yang membuat harga mobil ini luar biasa mahal, karena bila ditotal bisa lebih dari 30-40 persen itu adalah bentuk pajak."
Dampak Terhadap Daya Beli Masyarakat
Tingginya harga mobil di Indonesia tentu saja berdampak pada daya beli masyarakat. Hal ini tercermin dari data penjualan mobil bekas yang lebih tinggi dibandingkan mobil baru. Banyak konsumen yang memilih mobil bekas karena harganya lebih terjangkau, meskipun harus mengorbankan fitur dan teknologi terbaru."Memang mobil bekas dari tahun 2013 ke 2023 naik tiga kali lipat, dari cuma 500 ribu unit jadi sekarang sudah 1,4 juta unit. Ini pergeseran mobil bekas, ini akibat dari tidak terjangkaunya, karena harga mobil dan pendapatan per kapita makin jauh gap-nya," ungkap Riyanto, Peneliti Senior LPEM FEB UI.
Lihat Juga :