Kenapa setelah Ganti Kampas Rem Jadi Tidak Pakem?
Selasa, 01 April 2025 - 16:56 WIB
Jika setelah beberapa waktu performa rem tidak kunjung membaik, segera periksakan ke bengkel untuk diperiksa lebih lanjut. Foto: Sindonews/Danang Arradian
JAKARTA - Alasan mengapa kampas rem setelah diganti justru tidak pakem penting dipahami. Pada dasarnya, kampas rem adalah komponen penting dalam sistem pengereman kendaraan (mobil dan motor).
Fungsi utamanya adalah untuk menciptakan gesekan dengan piringan cakram (disc brake) atau tromol (drum brake) sehingga memperlambat atau menghentikan putaran roda.
Secara umum, kampas rem perlu diganti setiap 20.000 - 60.000 km untuk mobil dan 10.000 - 30.000 km untuk motor.
Tanda-tanda kampas rem harus diganti, antara lain bunyi berdecit atau bergesekan saat pengereman. Atau, pedal rem terasa lebih dalam atau kurang responsif. Begitupun jika ada getaran saat pengereman.
Nah, bagaimana jika setelah ganti kampas rem, rem justru tidak pakem? Ada beberapa alasan mengapa rem mungkin terasa tidak pakem setelah penggantian kampas rem.
Fungsi utamanya adalah untuk menciptakan gesekan dengan piringan cakram (disc brake) atau tromol (drum brake) sehingga memperlambat atau menghentikan putaran roda.
Secara umum, kampas rem perlu diganti setiap 20.000 - 60.000 km untuk mobil dan 10.000 - 30.000 km untuk motor.
Tanda-tanda kampas rem harus diganti, antara lain bunyi berdecit atau bergesekan saat pengereman. Atau, pedal rem terasa lebih dalam atau kurang responsif. Begitupun jika ada getaran saat pengereman.
Nah, bagaimana jika setelah ganti kampas rem, rem justru tidak pakem? Ada beberapa alasan mengapa rem mungkin terasa tidak pakem setelah penggantian kampas rem.
Lihat Juga :