Dijegal AS, Industri Otomotif China Akan Berfokus di Negara ASEAN termasuk Indonesia
Kamis, 10 April 2025 - 19:49 WIB
Dilansir dari Reuters, penelitian yang dilakukan Counterpoint Research mengatakan penjualan mobil listrik asal China naik lebih dari dua kali lipat pada kuartal Januari hingga Maret dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan mobil konvensional berbahan bakar bensin turun 7%.
Analis Counterpoint, Abhik Mukherjee menyebut produsen mobil Jepang dan Korea yang menguasai penjualan kendaraan konvensional, tertinggal dalam mengadopsi kehadiran kendaraan listrik.
Sehingga ini menjadi kesempatan emas untuk China mengisi kekosongan tersebut. Lebih lanjut Abhik mengatakan lebih dari 70% penjualan kendaraan listrik di kawasan ini berasal dari produsen ternama, dan dipimpin oleh BYD.
“Pada kuartal pertama tahun lalu, 75% dari seluruh kendaraan listrik yang dijual di Asia Tenggara dibuat oleh produsen mobil China,” kata Abhik.
Sementara pangsa lain, seperti Thailand sebagai negara dengan ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara akan memberikan insentif kepada produsen China untuk mendirikan fasilitas produksi kendaraan listrik baru dengan nilai hingga USD1,44 miliar.
Analis Counterpoint, Abhik Mukherjee menyebut produsen mobil Jepang dan Korea yang menguasai penjualan kendaraan konvensional, tertinggal dalam mengadopsi kehadiran kendaraan listrik.
Sehingga ini menjadi kesempatan emas untuk China mengisi kekosongan tersebut. Lebih lanjut Abhik mengatakan lebih dari 70% penjualan kendaraan listrik di kawasan ini berasal dari produsen ternama, dan dipimpin oleh BYD.
“Pada kuartal pertama tahun lalu, 75% dari seluruh kendaraan listrik yang dijual di Asia Tenggara dibuat oleh produsen mobil China,” kata Abhik.
Sementara pangsa lain, seperti Thailand sebagai negara dengan ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara akan memberikan insentif kepada produsen China untuk mendirikan fasilitas produksi kendaraan listrik baru dengan nilai hingga USD1,44 miliar.
Lihat Juga :