Royal Enfield: 1 Juta Unit Terjual, Thailand Jadi Pijakan, Motor Listrik Flea Jadi Ancaman!
Sabtu, 12 April 2025 - 11:15 WIB
Inovasi dan Ekspansi
- Pabrik Perakitan Baru di Thailand: Royal Enfield meresmikan pabrik perakitan CKD (Completely Knocked Down) pertama milik sendiri di luar India, berlokasi di Samut Prakan, Bangkok. Dengan luas 57.000 kaki persegi dan kapasitas tahunan 30.000 unit, pabrik ini fasilitas CKD ke-6 Royal Enfield secara global, setelah Argentina, Kolombia, Brasil, Bangladesh, dan Nepal.- Unit Produksi Baru di Bangladesh: Royal Enfield memulai operasi unit manufaktur (Kategori 2) dan showroom flagship-nya di Bangladesh, dengan fokus pada produksi dan perakitan lokal untuk Hunter 350, Meteor 350, Classic 350, dan Bullet 350. Royal Enfield juga mengumumkan rencana pendirian unit CKD baru di Brasil pada Januari 2025, sebagai bagian dari ekspansi di pasar otomotif global.
- Merek Motor Listrik ‘Flying Flea’: Royal Enfield meluncurkan merek EV khusus, Flying Flea, di EICMA 2024 dan di India. Terinspirasi dari Flying Flea legendaris era 1940-an, lini ini memadukan desain klasik dengan teknologi EV mutakhir. Direncanakan meluncur pada 2026, lineup ini mencakup FF-C6 bergaya retro-futuristik dan FF-S6 dengan gaya scrambler, membawa warisan Royal Enfield ke era listrik.
- Guerrilla 450: Royal Enfield memperkenalkan Guerrilla 450, roadster modern premium yang ditenagai mesin Sherpa 452cc terbaru. Tersedia dalam tiga varian—Analogue, Dash, dan Flash—dengan lima pilihan warna menarik.
- Classic 350 Edisi 2024: Royal Enfield merilis Classic 350 2024, tetap mengusung filosofi elegansi yang mudah dijangkau, dengan tujuh pilihan warna dalam lima varian: Heritage, Heritage Premium, Signals, Dark, dan Chrome. Peluncuran ini juga menandai dimulainya Factory Custom Programme, studio personalisasi pertama yang memungkinkan pengendara mewujudkan desain impian mereka.
Baca Juga: Royal Enfield Guerrilla 450 Tampil Berani di IIMS 2025
- Green Pit Stop Pertama di Ladakh: Royal Enfield membuka Camp Kharu, Green Pit Stop pertama mereka di jalur Leh-Manali, mendukung perjalanan berkelanjutan dan pemberdayaan lokal. Dikelola oleh enam perempuan lokal yang terlatih, kamp ramah lingkungan ini dilengkapi kafe dengan kuliner khas Ladakh, ruang pameran, dan fasilitas umum yang semuanya dibangun dengan arsitektur tanah padat ramah lingkungan.
(dan)
Lihat Juga :