Mati Suri di Tengah Jalanan Hijau? Penjualan Motor Listrik Terjungkal Tanpa Subsidi Pemerintah

Senin, 12 Mei 2025 - 09:05 WIB
Permintaan ini menggambarkan betapa krusialnya peran subsidi dalam menggairahkan pasar motor listrik.

Budi Setiadi, Ketua Umum Aismoli, dengan nada penuh harap namun tak bisa menyembunyikan kekecewaannya, mengungkapkan bahwa pasar motor listrik saat ini bagai "terhenti di lampu merah".

Masyarakat, yang sempat antusias menyambut era kendaraan listrik, kini memilih mengerem laju pembelian. Mereka menunggu kepastian aturan subsidi yang menjadi salah satu magnet utama untuk beralih ke motor "setrum".

"Kami hanya ingin kepastian saja, kalau memang tidak ada, industri sudah siap. Tetapi jangan digantung, itu bikin masyarakat setop beli kendaraan, wait and see kan. Jadi sekarang penjualan turun banget, kasihan industri sudah teriak-teriak," keluh Budi.

Jika subsidi potongan harga seperti tahun lalu tak kunjung hadir, Budi menyarankan pemerintah untuk memberikan "angin segar" lain berupa insentif non-fiskal. Misalnya, bebas biaya parkir di mana saja, atau jalur khusus yang memanjakan para pengguna motor listrik. Insentif-insentif semacam ini diharapkan bisa menjadi daya tarik alternatif bagi masyarakat untuk tetap melirik motor listrik.

Menanti “Sihir” Subsidi

Tahun 2024 menjadi saksi betapa ampuhnya "sihir" subsidi pemerintah. Sebanyak 62.541 unit motor listrik berhasil terjual berkat subsidi Rp7 juta per unit untuk satu Nomor Induk Kependudukan (NIK). Angka yang fantastis ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Indonesia sebenarnya memiliki minat yang tinggi untuk mengadopsi kendaraan listrik. Sayangnya, "keran" subsidi ini kini seolah mengering.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!