AS Sadar Diri Akui Kemajuan Industri Otomotif China Sulit untuk Dilawan

Selasa, 13 Mei 2025 - 09:30 WIB
"China adalah ancaman eksistensial bagi AS, melancarkan perang ekonomi – dan sedang memenangkannya." – Robert Lighthizer

Satu bidang besar di mana China masih tertinggal dari AS adalah semikonduktor canggih. Meskipun perusahaan chip China seperti SMIC dan CXMT besar dan menguntungkan, mereka masih tertinggal setidaknya satu generasi dibandingkan teknologi tercanggih milik Nvidia.

Namun, perusahaan-perusahaan China sedang mengejar ketertinggalan dengan cepat. Cara utama AS menghambat kemajuan China adalah dengan memblokir akses ke chip canggih buatan Nvidia dan peralatan pembuat chip terbaru dari ASML, perusahaan asal Belanda yang hampir memonopoli pasar tersebut.

Namun Huawei telah mengembangkan chip bernama Ascend 901C yang menurut para analis cukup canggih untuk menggantikan beberapa chip Nvidia kelas atas yang digunakan untuk menjalankan program AI. Huawei diperkirakan akan mulai mengirim chip baru ini secara massal dalam beberapa minggu ke depan.

Huawei juga berada di garis depan upaya China untuk lepas dari blokade teknologi AS atas peralatan pembuat chip. SiCarrier, perusahaan terkait Huawei yang sebelumnya tidak dikenal luas, mengejutkan industri pada 2023 dengan memperoleh paten atas teknik produksi chip 5-nanometer – jauh lebih canggih dari yang diyakini AS mampu dibuat oleh China.

Semua ini menunjukkan arah pergerakan. China memanfaatkan keunggulan biaya dan rantai pasokan untuk unggul dalam teknologi yang telah mereka kuasai dan mengejar ketertinggalan dalam bidang yang masih tertinggal.

Satu dekade ke depan akan menjadi penentu apakah Beijing mampu mengubah momentum ini menjadi dominasi yang berkelanjutan. Masih mungkin AS akan bangkit kembali dan merespons tantangan ini dengan semangat dan strategi baru. Tidak diragukan lagi, inilah ketakutan mendasar yang memotivasi perang dagang Trump terhadap China. Hampir semua pemikir top Partai Republik sepakat bahwa kebangkitan China adalah ancaman terhadap supremasi teknologi dan pengaruh global AS.

“Bagi saya, China adalah ancaman eksistensial bagi Amerika Serikat,” kata Robert Lighthizer, kepala perdagangan Trump pada masa jabatan pertamanya. “Mereka adalah lawan yang sangat, sangat kompeten… mereka sedang melancarkan perang ekonomi terhadap Amerika Serikat dan telah memenangkannya setidaknya selama tiga dekade terakhir.”
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!