CATL Sebut Elon Musk Tidak Tahu Cara Bikin Baterai

Selasa, 20 Mei 2025 - 18:42 WIB
RUU Partai Republik yang mengusulkan insentif EV hanya berlaku untuk teknologi baterai non-Tiongkok, meskipun teknologi tersebut dilisensikan kepada perusahaan Amerika seperti Ford dan Tesla.

Zeng berharap kebijakan pemerintahan di masa mendatang akan lebih terbuka terhadap investasi Tiongkok yang juga menguntungkan tenaga kerja AS. “Saya berharap mereka akan terbuka terhadap investasi di masa mendatang,” kata Zeng.

Meskipun CATL belum memulai produksi baterai langsung di AS, perusahaan tersebut telah menandatangani perjanjian lisensi teknologi dengan sejumlah perusahaan otomotif besar:

Ford: Teknologi baterai litium-fosfat (LFP) CATL akan digunakan di pabrik barunya di Michigan untuk Mustang Mach-E dan F-150 Lightning.

Tesla: Teknologi CATL akan digunakan di pabrik Tesla di AS yang dijadwalkan mulai berproduksi pada tahun 2025.

CATL telah menjadi pemasok utama pabrik Tesla di Shanghai, yang merupakan pabrik Tesla terbesar dan paling menguntungkan. Meskipun memiliki hubungan kerja yang baik, telah terjadi perdebatan teknologi antara Zeng dan CEO Tesla Elon Musk.

Baterai Silinder 4680 Tesla: Zeng bersikap skeptis terhadap desain baterai 4680 Tesla, dengan alasan masalah elektrokimia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!