Perang Harga Industri Otomotif China! Bos GWM: Ini Bukan Lagi Kompetisi, Ini Bunuh Diri Massal!

Sabtu, 31 Mei 2025 - 11:33 WIB
Dia tidak menyebutkan produsen mobil China tertentu, namun mengatakan bahwa beberapa "produsen utama" terlalu fokus pada pengejaran nilai pasar dan peningkatan harga saham mereka. Ini menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap praktik bisnis yang tidak berkelanjutan demi keuntungan jangka pendek.

Lebih lanjut, Wei juga memperingatkan bagaimana perang harga yang berlebihan dan berkepanjangan antara merek-merek China yang bersaing, terutama untuk kendaraan listrik (EV), berisiko mengorbankan kualitas dan keandalan.

“Beberapa produk telah dikurangi harganya dari 220.000 yuan (Rp495 juta) menjadi 120.000 yuan (Rp270 juta) dalam beberapa tahun terakhir," kata Mr. Wei kepada Sina Finance. "Produk industri seperti apa yang bisa dikurangi 100.000 yuan (Rp225 juta) dan masih memiliki jaminan kualitas? Yah, ini sama sekali tidak mungkin."

Menurut Wei, para pemasok khususnya telah berjuang untuk bertahan hidup karena tekanan berkelanjutan untuk menurunkan harga. Hal ini menciptakan efek domino negatif di seluruh rantai pasokan.

Menyusul komentar terbaru Wei, saham beberapa produsen EV China seperti BYD, Leapmotor, Nio, dan Geely anjlok hingga 9,5 persen. Hal ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan model bisnis yang terlalu agresif dalam perang harga.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!