China Pecahkan Rekor Penjualan Mobil Listrik, Saat Amerika Justru Menyerah Pasrah

Rabu, 18 Juni 2025 - 08:00 WIB
Di Eropa, situasinya sedikit lebih baik. Penjualan tumbuh 27% dengan total 1,6 juta unit terjual hingga Mei. Negara-negara seperti Spanyol (naik 72%) dan Italia (naik 58%) seolah sedang "menginjak pedal gas dalam-dalam" untuk mengejar ketertinggalan.

Namun, upaya mereka masih terlihat seperti perjuangan untuk tidak tertinggal terlalu jauh, bukan untuk memimpin.

Kondisi paling parah justru terjadi di Amerika Utara. Pertumbuhan yang hanya 3% adalah sebuah "lampu merah" yang menyala terang. Ini sebagian besar disebabkan oleh kebijakan Kanada yang memangkas subsidi EV, menyebabkan penjualan di sana anjlok hingga 20%.

Amerika Serikat, dengan pertumbuhan hanya 4%, seolah hanya ditopang oleh sisa-sisa insentif kredit pajak federal yang nasibnya kini berada di ujung tanduk di bawah ancaman pemerintahan Presiden Donald Trump.

Komentar pedas ini seolah menjadi suara dari banyak pihak yang melihat lobi anti-EV di AS telah berhasil memastikan bahwa mobil listrik terjangkau, seperti yang membanjiri pasar China, tidak akan pernah tersedia bagi konsumen Amerika.

Mesin Perang China yang Tak Terbendung

Sementara Barat sibuk dengan politik internalnya, mesin perang industri China terus bergerak tanpa henti. BYD, sebagai panglimanya, tidak hanya menguasai pasar domestik, tetapi juga berekspansi secara agresif ke Eropa.

Mereka meluncurkan Dolphin Surf (di China dikenal sebagai Seagull) dengan harga sekitar USD25.000 atau sekitar Rp410 jutaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!