Paradoks Pasar Otomotif Indonesia: Saat Mobil Bensin Sekarat, Mobil Listrik Justru Pesta Pora
Rabu, 18 Juni 2025 - 14:25 WIB
Ambisi pemerintah pun tak main-main. Dengan bekal cadangan nikel terbesar di dunia, Indonesia menargetkan menjadi produsen baterai listrik terbesar ketiga di dunia pada 2027 dan memproduksi 600.000 unit EV secara domestik pada 2030.
Pasar kendaraan ringan secara keseluruhan telah mengalami tekanan selama dua tahun terakhir. Ketidakpastian ekonomi dan biaya pembiayaan yang tinggi membuat banyak keluarga lebih memilih untuk menunda pembelian mobil baru.
Lukmanul Arsyad, PwC Indonesia Industry and Services Leader & Partner, mengatakan, “segmen EV tetap memiliki peluang positif, didorong oleh investasi langsung asing, kebijakan pajak yang menguntungkan, dan pengembangan infrastruktur seperti stasiun pengisian daya."
PwC memproyeksikan bahwa pangsa pasar EV dari total penjualan kendaraan penumpang di Indonesia akan terus meroket, dari hanya 9% pada 2023 menjadi 29% pada 2030.
Di Balik Pesta, Ada 'Luka' di Pasar Konvensional
Namun, di balik euforia elektrifikasi ini, ada "luka" yang menganga di pasar otomotif secara umum. Kenaikan PPN dari 11% menjadi 12% pada Januari 2025 telah membuat harga kendaraan konvensional semakin mahal, memaksa konsumen untuk menahan diri.Pasar kendaraan ringan secara keseluruhan telah mengalami tekanan selama dua tahun terakhir. Ketidakpastian ekonomi dan biaya pembiayaan yang tinggi membuat banyak keluarga lebih memilih untuk menunda pembelian mobil baru.
Sebuah Peluang di Tengah Badai
Meskipun kondisi pasar secara makro sedang tidak baik-baik saja, para ahli melihat segmen EV sebagai sebuah cahaya di tengah kegelapan.Lukmanul Arsyad, PwC Indonesia Industry and Services Leader & Partner, mengatakan, “segmen EV tetap memiliki peluang positif, didorong oleh investasi langsung asing, kebijakan pajak yang menguntungkan, dan pengembangan infrastruktur seperti stasiun pengisian daya."
PwC memproyeksikan bahwa pangsa pasar EV dari total penjualan kendaraan penumpang di Indonesia akan terus meroket, dari hanya 9% pada 2023 menjadi 29% pada 2030.
Lihat Juga :