Pasar Mobil RI Masuk Angin, Gaikindo Tunjuk Hidung Thailand & Hantu Perang Dunia
Sabtu, 21 Juni 2025 - 09:00 WIB
Gaikindo menunjuk kambing hitam dari masalah ini, mulai dari kondisi negara tetangga yang lebih parah hingga ancaman Perang Dunia Ketiga yang semakin nyata. Foto: Sindonews/Danang Arradian
JAKARTA - Pasar otomotif Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Angka penjualan terus merosot, menunjukkan daya beli masyarakat yang kian melemah. Namun, di tengah kelesuan ini, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) seolah ingin berkata: "Ini bukan salah kami saja."
Dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan, Gaikindo menunjuk "kambing hitam" dari masalah ini, mulai dari kondisi negara tetangga yang lebih parah hingga ancaman Perang Dunia Ketiga yang semakin nyata.
Data memang berbicara pahit. Penjualan ritel (dari diler ke konsumen) sepanjang Januari hingga Mei 2025 anjlok hingga 9,20 persen dibandingkan tahun lalu.
Ini adalah sebuah sinyal bahaya yang tak bisa diabaikan. Namun, menurut Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, penderitaan ini tidak hanya dirasakan oleh Indonesia.
Dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan, Gaikindo menunjuk "kambing hitam" dari masalah ini, mulai dari kondisi negara tetangga yang lebih parah hingga ancaman Perang Dunia Ketiga yang semakin nyata.
Data memang berbicara pahit. Penjualan ritel (dari diler ke konsumen) sepanjang Januari hingga Mei 2025 anjlok hingga 9,20 persen dibandingkan tahun lalu.
Ini adalah sebuah sinyal bahaya yang tak bisa diabaikan. Namun, menurut Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, penderitaan ini tidak hanya dirasakan oleh Indonesia.
Lihat Juga :