Pasar Mobil RI Masuk Angin, Gaikindo Tunjuk Hidung Thailand & Hantu Perang Dunia

Sabtu, 21 Juni 2025 - 09:00 WIB
"Memang industri otomotif sedang tidak baik-baik saja. Tapi perlu dicatat, bahwa bukan hanya terjadi di Indonesia," kata Nangoi di Jakarta, Rabu (18/6/2025).

Ia bahkan dengan tegas menunjuk negara yang selama ini dianggap sebagai pemimpin pasar otomotif Asia Tenggara. "Bahkan kalau kita lihat sebetulnya leader untuk di market domestik dan produksi di Asia Tenggara itu sebetulnya produksinya ada di Thailand, nah mereka hancur lebih dalam daripada Indonesia," tegasnya.

Malaysia Bertahan, Indonesia Tertinggal?

Menurut Nangoi, hampir semua pasar di kawasan mengalami nasib serupa. "Vietnam juga mulai turun. Hanya satu-satunya yang masih bertahan adalah Malaysia," ujarnya.

Namun, bertahannya Malaysia bukan karena keajaiban. Nangoi menyebut ini adalah buah dari kebijakan pemerintah Malaysia yang secara konsisten mempertahankan insentif untuk mempermudah warganya membeli mobil baru. Sebuah sindiran halus, yang seolah mempertanyakan apakah kebijakan di Indonesia sudah cukup mendukung industrinya sendiri.

Dari Ukraina hingga Ancaman Perang Dunia Ketiga

Lebih jauh lagi, Nangoi memaparkan faktor-faktor eksternal yang menurutnya menjadi biang keladi utama dari semua kekacauan ini. Mulai dari konflik di Eropa, memanasnya situasi di Timur Tengah, hingga kebijakan tarif impor dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!