Horor di Tanjakan Sawangan: Pelajaran Mahal di Balik Truk yang Gagal Nanjak

Rabu, 16 Juli 2025 - 15:42 WIB
Menurut Sony Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), insiden seperti ini seharusnya bisa diantisipasi oleh pengemudi di sekitarnya. Kuncinya ada pada pemahaman tentang "momentum".

"Momentum menjadi kuncinya. Mobil jenis apa pun bisa dengan mudah melalui tanjakan jika momentumnya tepat.

Artinya, misal pengemudi memacu kendaraannya 20 meter sebelum tanjakan, sudah pasti bisa melewatinya dengan mulus," kata Sony kepada SindoNews.

Masalahnya, di jalanan yang padat, menjaga momentum hampir mustahil. Di sinilah letak bahaya sesungguhnya.

Aturan Emas 30 Meter: Jarak Aman atau Nyawa Taruhannya

Saat terjebak di belakang truk di tanjakan, banyak pengemudi melakukan kesalahan fatal: menempel terlalu dekat. Mereka berharap bisa segera menyalip, namun tidak menyadari bahwa mereka sedang menempatkan diri di "zona maut".

"Kalau bisa kasih jarak 20-30 meter, hindari jalan beriringan," tegas Sony. Ini bukan sekadar saran, melainkan sebuah aturan emas untuk bertahan hidup.

Mengapa jarak sejauh itu penting?

Memberi Ruang Reaksi: Jika kendaraan di depan tiba-tiba mundur atau terbalik, jarak 20-30 meter memberikan Anda waktu dan ruang yang sangat berharga untuk menghindar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!