Janji Manis Berujung Getir: Rencana Mobil Listrik Gagal, Jaguar Land Rover Malah PHK 500 Karyawan

Jum'at, 18 Juli 2025 - 21:45 WIB
Penundaan ini tidak hanya menimpa Range Rover. Produksi jajaran mobil Jaguar listrik yang telah didesain ulang juga ikut molor, dengan jadwal produksi baru yang diundur hingga Agustus 2026.

Menanggapi penundaan ini, juru bicara JLR memberikan jawaban diplomatis yang normatif. "Rencana kami fleksibel sehingga kami dapat beradaptasi. Kami akan meluncurkan model-model baru kami pada waktu yang tepat untuk klien, bisnis, dan pasar kami," ujarnya.

Namun, bagi banyak pihak, pernyataan "waktu yang tepat" ini terdengar seperti dalih untuk menutupi kegagalan internal di tengah kondisi pasar yang sulit. Terlebih lagi, mobil Range Rover listrik ini diprediksi akan dibanderol dengan harga fantastis mencapai £170.000 atau sekitarRp 3,4 miliar, sebuah pertaruhan besar yang tampaknya belum siap mereka ambil.

Pisau PHK di Tengah Kelesuan Pasar

Di saat yang sama, JLR mengumumkan program "redundansi sukarela" untuk 500 karyawannya, sebuah istilah halus untuk PHK. Perusahaan menyebutnya sebagai "praktik bisnis normal", namun sulit untuk tidak mengaitkannya dengan kinerja perusahaan yang sedang menurun.

Penjualan JLR secara global dilaporkan telah turun 15% dalam beberapa bulan terakhir. Ini diperparah oleh melambatnya permintaan mobil listrik secara umum, di mana angka penjualan di Inggris, meskipun naik, masih berada di bawah target pemerintah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!