Bedah Baterai Canggih MG Magic Cube, Tipis tapi Berdaya Besar
Selasa, 29 Juli 2025 - 19:29 WIB
Baterai Magic Cube dikembangkan di atas platform E2 Battery. Baterai ini merupakan hasil riset dan pengujian selama tiga tahun sejak 2019 sebelum memasuki tahap produksi pada 2021.
Platform ini menjadi fondasi dari desain baterai horizontal pertama dan satu-satunya di dunia. Proyek ini dikembangkan bersama SAIC dengan CATL menjadikan MG sebagai salah satu produsen kendaraan listrik dengan baterai yang efisien dan sangat aman.
Usia Pakai Panjang, Bisa Diganti
Bicara soal baterai, salah satu hal yang terlintas adalah soal usia pakainya. Nah, baterai Magic Cube MG ini memiliki masa pakai yang panjang. Baterai canggih ini dirancang untuk dapat bertahan dalam waktu lama hingga mencapai 12 tahun.
Selain itu, MG juga memikirkan bagaimana nasib baterai setelah masa pakai, sehingga tidak menjadi limbah.
“Di China, kami telah membangun sistem battery rescycle yang sangat matang bersama CATL dan SAIC Motor. Bisnis ini kini mulai kami kembangkan di Indonesia. Kami juga bekerja sama dengan pemasok lokal untuk mendaur ulang baterai dan limbah padat dengan cara yang benar,” jelas Joy Zheng.
Setelah masa pakai, baterai akan melalui proses evaluasi performa. Bila tak lagi layak digunakan, MG siap mendaur ulang secara bertanggung jawab. Namun, berkat teknologi one-pack magic block, pengguna bisa mengganti baterai tanpa mengganti mobil. Proses penggantian cepat (fast-swapping) ini memberi fleksibilitas luar biasa bagi pemilik kendaraan. Jadi, pemilik bisa mengganti baterai tanpa mengganti kendaraannya.
“Kebanyakan konsumen mungkin tidak menggunakan mobil mereka selama lebih dari satu dekade. Namun jika mereka memilih untuk mempertahankannya, baterai MG dapat dengan mudah diganti—baik sebagian maupun seluruhnya—tanpa perlu mengganti kendaraan.”
Dipakai di Seluruh EV MG
Baterai canggih Magic Cube ini telah digunakan pada MG ZS EV, MG4 EV, dan model terbaru MG4 EV Max yang diluncurkan di GIIAS 2025. MG4 EV menawarkan daya jelajah hingga 425 km (NEDC), MG ZS EV hingga 403 km, dan MG4 EV Max dengan 64 kWh mampu mencapai 540 km (NEDC).
Tak hanya itu, teknologi baterai ultra tipis MG juga telah diuji pada kendaraan sport berperforma tinggi seperti MG Cyberster. Banyak yang mengira baterai tipis berarti performa terbatas. Faktanya, teknologi dari MG justru memungkinkan pelepasan arus besar berkat power density tinggi, sehingga performa tinggi tetap terjaga tanpa kompromi.
“Dimensinya mungkin kecil, tapi kapasitas dan kepadatan dayanya sangat besar. Tidak ada kompromi performa, bahkan untuk kendaraan sport sekalipun. Inilah bukti nyata bahwa desain tipis tidak berarti kemampuan terbatas,” tegas Joy.
Selain itu, sistem manajemen baterai yang canggih memastikan suhu baterai tetap stabil meskipun mobil digunakan pada beban tinggi. Ini menjadikan MG Cyberster bukan hanya mobil performa tinggi yang stylish, tetapi juga aman dan efisien dari sisi baterainya..
Untuk menjaga pasokan baterai yang stabil dan berkelanjutan, pada 2024, MG bermitra dengan Unified Advanced Battery System (UABS) Indonesia—joint venture antara UABS Co. dan PT Agung Kentjana Abadi—untuk memproduksi baterai EV secara lokal. Inisiatif ini mendukung industri otomotif nasional dan komitmen pemerintah membangun ekosistem kendaraan listrik.
Platform ini menjadi fondasi dari desain baterai horizontal pertama dan satu-satunya di dunia. Proyek ini dikembangkan bersama SAIC dengan CATL menjadikan MG sebagai salah satu produsen kendaraan listrik dengan baterai yang efisien dan sangat aman.
Usia Pakai Panjang, Bisa Diganti
Bicara soal baterai, salah satu hal yang terlintas adalah soal usia pakainya. Nah, baterai Magic Cube MG ini memiliki masa pakai yang panjang. Baterai canggih ini dirancang untuk dapat bertahan dalam waktu lama hingga mencapai 12 tahun.
Selain itu, MG juga memikirkan bagaimana nasib baterai setelah masa pakai, sehingga tidak menjadi limbah.
“Di China, kami telah membangun sistem battery rescycle yang sangat matang bersama CATL dan SAIC Motor. Bisnis ini kini mulai kami kembangkan di Indonesia. Kami juga bekerja sama dengan pemasok lokal untuk mendaur ulang baterai dan limbah padat dengan cara yang benar,” jelas Joy Zheng.
Setelah masa pakai, baterai akan melalui proses evaluasi performa. Bila tak lagi layak digunakan, MG siap mendaur ulang secara bertanggung jawab. Namun, berkat teknologi one-pack magic block, pengguna bisa mengganti baterai tanpa mengganti mobil. Proses penggantian cepat (fast-swapping) ini memberi fleksibilitas luar biasa bagi pemilik kendaraan. Jadi, pemilik bisa mengganti baterai tanpa mengganti kendaraannya.
“Kebanyakan konsumen mungkin tidak menggunakan mobil mereka selama lebih dari satu dekade. Namun jika mereka memilih untuk mempertahankannya, baterai MG dapat dengan mudah diganti—baik sebagian maupun seluruhnya—tanpa perlu mengganti kendaraan.”
Dipakai di Seluruh EV MG
Baterai canggih Magic Cube ini telah digunakan pada MG ZS EV, MG4 EV, dan model terbaru MG4 EV Max yang diluncurkan di GIIAS 2025. MG4 EV menawarkan daya jelajah hingga 425 km (NEDC), MG ZS EV hingga 403 km, dan MG4 EV Max dengan 64 kWh mampu mencapai 540 km (NEDC).
Tak hanya itu, teknologi baterai ultra tipis MG juga telah diuji pada kendaraan sport berperforma tinggi seperti MG Cyberster. Banyak yang mengira baterai tipis berarti performa terbatas. Faktanya, teknologi dari MG justru memungkinkan pelepasan arus besar berkat power density tinggi, sehingga performa tinggi tetap terjaga tanpa kompromi.
“Dimensinya mungkin kecil, tapi kapasitas dan kepadatan dayanya sangat besar. Tidak ada kompromi performa, bahkan untuk kendaraan sport sekalipun. Inilah bukti nyata bahwa desain tipis tidak berarti kemampuan terbatas,” tegas Joy.
Selain itu, sistem manajemen baterai yang canggih memastikan suhu baterai tetap stabil meskipun mobil digunakan pada beban tinggi. Ini menjadikan MG Cyberster bukan hanya mobil performa tinggi yang stylish, tetapi juga aman dan efisien dari sisi baterainya..
Untuk menjaga pasokan baterai yang stabil dan berkelanjutan, pada 2024, MG bermitra dengan Unified Advanced Battery System (UABS) Indonesia—joint venture antara UABS Co. dan PT Agung Kentjana Abadi—untuk memproduksi baterai EV secara lokal. Inisiatif ini mendukung industri otomotif nasional dan komitmen pemerintah membangun ekosistem kendaraan listrik.
Lihat Juga :