Dibalik Kilau Ban: Menguak Lima Kebiasaan yang Mempercepat Kerusakan dan Mengancam Nyawa
Selasa, 26 Agustus 2025 - 16:01 WIB
Pabrikan ban global Hankook Tire, dalam sebuah risetnya, membeberkan lima dosa besar yang kerap dilakukan para pengendara, tanpa disadari:
Di negara tropis seperti Indonesia, dengan perubahan suhu dan kelembaban yang ekstrem, kondisi ini membuat ban semakin cepat aus, apalagi saat dihadapkan pada jalanan basah yang licin. Sebaiknya, beralihlah ke sabun khusus mobil dengan kandungan pH balance demi menjaga kelenturan karet.
Tekanan yang sesuai rekomendasi pabrikan—sekitar 30-33 psi untuk sedan, 30-36 psi untuk city car, dan 35-40 psi untuk SUV—memang membuat kendaraan melaju lebih efisien. Namun, jika tekanan terlalu tinggi, maka area tengah ban akan mendapatkan gesekan berlebih. Akibatnya, keausan ban menjadi tidak merata, memendekkan usianya, dan mengurangi cengkeraman optimal yang sangat krusial.
Deterjen: Racun Berbungkus Sabun
Siapa sangka, sabun cuci piring atau deterjen yang biasa kita gunakan di rumah bisa menjadi musuh bebuyutan bagi ban? Kandungan alkali yang tinggi pada deterjen dapat mengikis lapisan pelindung karet ban, membuatnya kehilangan elastisitas dan mudah retak.Di negara tropis seperti Indonesia, dengan perubahan suhu dan kelembaban yang ekstrem, kondisi ini membuat ban semakin cepat aus, apalagi saat dihadapkan pada jalanan basah yang licin. Sebaiknya, beralihlah ke sabun khusus mobil dengan kandungan pH balance demi menjaga kelenturan karet.
Kecanduan Semir Ban: Kilau Palsu yang Merusak
Kilap hitam nan pekat pada ban setelah disemir memang memanjakan mata. Namun, di balik kilau itu, tersimpan bahaya. Semir ban yang umumnya berbahan dasar silikon bisa menumpuk dan menyerap kompon ban, menciptakan retakan-retakan halus yang tak kasat mata. Efeknya, ban menjadi licin dan mudah tergelincir saat hujan. "Sebaiknya gunakan semir ban maksimal dua minggu sekali dan hindari melapisi semiran berlebih pada bagian tapak ban," demikian Hankook mengingatkan.Tekanan Angin Berlebihan: Keseimbangan yang Tergoyah
Seorang pengendara sering kali beranggapan, tekanan angin tinggi akan membuat laju kendaraan lebih ringan. Anggapan itu tidak sepenuhnya salah.Tekanan yang sesuai rekomendasi pabrikan—sekitar 30-33 psi untuk sedan, 30-36 psi untuk city car, dan 35-40 psi untuk SUV—memang membuat kendaraan melaju lebih efisien. Namun, jika tekanan terlalu tinggi, maka area tengah ban akan mendapatkan gesekan berlebih. Akibatnya, keausan ban menjadi tidak merata, memendekkan usianya, dan mengurangi cengkeraman optimal yang sangat krusial.
"Tambal Sulam" Berlebihan: Mengubah Ban Menjadi Tidak Rata
Ban tubeless memang terkesan lebih tahan banting karena tidak langsung kempis saat tertusuk paku.Lihat Juga :