Runtuhnya Raja Kripto: Do Kwon Divonis 15 Tahun Penjara Usai Lenyapkan Rp 640 Triliun Uang Investor
Sabtu, 13 Desember 2025 - 17:31 WIB
Mekanisme penipuannya berpusat pada TerraUSD, yang dipromosikan sebagai stablecoin andal—mata uang kripto yang dipatok pada aset stabil untuk mencegah fluktuasi harga drastis.
Namun, jaksa penuntut mengungkap fakta pahit: stabilitas itu hanyalah fatamorgana yang ditopang oleh suntikan dana dari luar.
Ketika ilusi itu runtuh dan nilai koin jatuh jauh di bawah patokan USD1, terjadi efek domino yang menyapu bersih pasar kripto.
Hakim memperkirakan jumlah korban mencapai satu juta orang. "Pelanggaran Anda menyebabkan orang-orang kehilangan uang riil senilai USD40 miliar (Rp640 triliun), bukan sekadar kerugian di atas kertas," tegas Engelmayer kepada Kwon.
Kisah pilu lainnya datang dari seorang korban yang berbicara via telepon. Ia harus menelan pil pahit perceraian, anak-anaknya putus kuliah, dan terpaksa kembali ke Kroasia untuk menumpang hidup pada orangtuanya setelah tabungan keluarga ludes.
Namun, jaksa penuntut mengungkap fakta pahit: stabilitas itu hanyalah fatamorgana yang ditopang oleh suntikan dana dari luar.
Ketika ilusi itu runtuh dan nilai koin jatuh jauh di bawah patokan USD1, terjadi efek domino yang menyapu bersih pasar kripto.
Hakim memperkirakan jumlah korban mencapai satu juta orang. "Pelanggaran Anda menyebabkan orang-orang kehilangan uang riil senilai USD40 miliar (Rp640 triliun), bukan sekadar kerugian di atas kertas," tegas Engelmayer kepada Kwon.
Suara Korban: Tabungan Seumur Hidup Lenyap dalam Sekejap
Ruang sidang menjadi saksi bisu penderitaan para korban. Stanislav Trofimchuk, salah satu investor, menceritakan bagaimana investasi keluarganya yang semula bernilai USD190.000 (Rp3 miliar) menyusut drastis menjadi hanya USD13.000 (Rp208 juta). "17 tahun kehidupan kami, hilang begitu saja," ujarnya, menggambarkan momen keruntuhan itu sebagai "dua minggu teror yang nyata".Kisah pilu lainnya datang dari seorang korban yang berbicara via telepon. Ia harus menelan pil pahit perceraian, anak-anaknya putus kuliah, dan terpaksa kembali ke Kroasia untuk menumpang hidup pada orangtuanya setelah tabungan keluarga ludes.
Lihat Juga :