82 Ribu Mobil Listrik Serbu Pasar Nasional, BYD M6 dan Atto 1 Bikin Kompetitor Gigit Jari

Rabu, 17 Desember 2025 - 17:42 WIB
Harganya yang digadang-gadang paling terjangkau di lini produk BYD sukses menjadikannya "kacang goreng" baru di pasar otomotif.

MPV Masih Jadi "Nyawa" Pasar Indonesia

Meski city car meledak, karakter konsumen Indonesia yang gemar bepergian bersama keluarga tak bisa bohong. Mobil jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) tetap menjadi magnet kuat. BYD M6 (yang dalam data tercatat identik dengan angka M9 di daftar) sukses terjual sebanyak 9.926 unit, mengukuhkannya sebagai mobil listrik terlaris kedua.

Kenyamanan dan kapasitas angkut menjadi nilai jual utama yang sulit ditolak konsumen.

Di segmen premium, Denza D9 membuktikan bahwa pasar kelas atas pun bergairah. MPV mewah ini berhasil terdistribusi sebanyak 7.176 unit, menempati posisi keempat dan menunjukkan bahwa orang kaya Indonesia tak ragu merogoh kocek dalam untuk kenyamanan elektrifikasi.

Nasib Tragis Pemain Lama dan Pendatang Baru

Di balik gemerlap angka penjualan BYD, terselip kisah pilu bagi pemain lain. Wuling, yang sempat merajai pasar di tahun-tahun awal, kini harus puas menjadi pengikut. Wuling BinguoEV menempati posisi keenam dengan 4.062 unit, disusul sang pionir Air EV dengan 3.410 unit.

Nasib lebih nahas dialami Hyundai. Pabrikan asal Korea Selatan ini tampak kesulitan menembus dominasi China.

Total penjualan seluruh model mobil listrik Hyundai hanya menyentuh 1.622 unit, gagal menempatkan satu pun wakilnya di daftar 10 besar mobil terlaris.

Sementara itu, pendatang baru Jaecoo J5, yang sempat viral karena model SUV-nya yang gagah namun harganya mepet segmen LCGC (Low Cost Green Car), belum mampu berbicara banyak. Realisasinya baru mencapai 653 unit, angka yang masih jauh untuk menembus jajaran elit.

Meskipun secara tahunan tumbuh, pasar menunjukkan sedikit koreksi menjelang tutup tahun. Pada Oktober 2025, distribusi mobil listrik sempat menyentuh 13.862 unit, namun angka ini turun tipis menjadi 13.390 unit di bulan November.

Fluktuasi ini wajar terjadi sebagai bagian dari siklus pasar dan penyesuaian stok di akhir tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!