Produksi Toyota Anjlok 5,5 Persen, Pasar China dan Indonesia Jadi Beban

Sabtu, 27 Desember 2025 - 09:35 WIB
Faktor pemicunya sangat struktural. Penghentian subsidi pemerintah di wilayah yang lebih luas di pasar Asia utama tersebut telah mematikan gairah beli konsumen.

Konsumen menahan diri, ditambah lagi dengan strategi "wait and see" para pembeli yang menunda pemesanan demi menanti peluncuran model SUV RAV4 terbaru. Dampaknya langsung terasa ke lini perakitan; produksi Toyota di China merosot tajam 14,0 persen menjadi 145.707 unit.

Secara keseluruhan, produksi luar negeri Toyota—yang menjadi tulang punggung ekspansi mereka—turun 3,4 persen menjadi 563.546 kendaraan. Sementara penjualan luar negeri terkoreksi 2,6 persen ke angka 769.789 kendaraan.

Indonesia dan Jepang: Kredit Ketat

Kabar buruk tidak hanya datang dari utara, tetapi juga dari pasar Asia Tenggara. Indonesia, yang selama ini menjadi basis produksi penting, menyumbang rapor merah dengan penurunan produksi sebesar 11,2 persen.

Penyebabnya adalah kondisi pasar yang "mencekik". Toyota menyoroti ketatnya penyaringan pinjaman atau leasing yang membuat konsumen sulit mendapatkan persetujuan kredit kendaraan, serta diperparah oleh pengenalan pajak tambahan yang membebani harga jual.

Di kandang sendiri, Jepang, situasi pun tak kalah suram. Produksi domestik menyusut 9,7 persen menjadi 258.177 unit.

Alasan utamanya lebih bersifat operasional, yakni berkurangnya jumlah hari kerja pabrik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penjualan di Jepang pun turun tipis 0,2 persen menjadi 130.222 unit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!