Teka-teki Pabrik Chery: Ambil Alih Handal atau Bikin Baru? Ini Jawaban Manajemen
Jum'at, 30 Januari 2026 - 18:44 WIB
Namun, dengan lini produk yang terus bertambah—mulai dari seri Tiggo, Omoda, hingga merek sub-brand seperti Jaecoo, iCar, dan Lepas—kapasitas produksi pihak ketiga dinilai tidak akan lagi memadai dalam jangka panjang.
Sebagai gambaran permintaan yang tinggi, Budi mencontohkan fenomena Jaecoo J5. Mobil yang berada di bawah payung Chery Group ini bahkan harus menumpang perakitan di pabrik Wanaherang, Jawa Barat, demi memenuhi lonjakan pesanan yang disebutnya "gila-gilaan".
Tanpa pabrik mandiri, fleksibilitas produksi untuk beragam model ini akan sulit dicapai.
"Groundbreaking pabrik mandiri kami mulai dibangun tahun ini, tapi kami belum bisa kasih tahu lokasi dan tanggal pastinya," ujar Budi Darmawan menegaskan komitmen perusahaan, meski masih menutup rapat detail lokasi spesifiknya.
Secara teknis, pembangunan fasilitas manufaktur otomotif bukanlah proses instan. Budi memproyeksikan konstruksi pabrik akan memakan waktu antara 1 hingga 1,5 tahun.
Dengan hitungan matematis tersebut, jika peletakan batu pertama dilakukan akhir 2026, maka pabrik diprediksi baru akan mulai "ngebul" atau beroperasi penuh pada tahun 2027 atau paling lambat 2028.
Terkait kapasitas produksi, Chery menyatakan angkanya akan bersifat dinamis, disesuaikan dengan permintaan riil konsumen saat pabrik mulai beroperasi. Fleksibilitas ini penting mengingat volatilitas pasar otomotif global dan domestik.
Sebagai gambaran permintaan yang tinggi, Budi mencontohkan fenomena Jaecoo J5. Mobil yang berada di bawah payung Chery Group ini bahkan harus menumpang perakitan di pabrik Wanaherang, Jawa Barat, demi memenuhi lonjakan pesanan yang disebutnya "gila-gilaan".
Tanpa pabrik mandiri, fleksibilitas produksi untuk beragam model ini akan sulit dicapai.
"Groundbreaking pabrik mandiri kami mulai dibangun tahun ini, tapi kami belum bisa kasih tahu lokasi dan tanggal pastinya," ujar Budi Darmawan menegaskan komitmen perusahaan, meski masih menutup rapat detail lokasi spesifiknya.
Secara teknis, pembangunan fasilitas manufaktur otomotif bukanlah proses instan. Budi memproyeksikan konstruksi pabrik akan memakan waktu antara 1 hingga 1,5 tahun.
Dengan hitungan matematis tersebut, jika peletakan batu pertama dilakukan akhir 2026, maka pabrik diprediksi baru akan mulai "ngebul" atau beroperasi penuh pada tahun 2027 atau paling lambat 2028.
Terkait kapasitas produksi, Chery menyatakan angkanya akan bersifat dinamis, disesuaikan dengan permintaan riil konsumen saat pabrik mulai beroperasi. Fleksibilitas ini penting mengingat volatilitas pasar otomotif global dan domestik.
Lihat Juga :