Agrinas Borong 70 Ribu Truk Tata Motors yang Sudah Terdepak dari Gaikindo dan Jualan 0 Unit di 2025
Selasa, 24 Februari 2026 - 12:02 WIB
2022: 205 unit
2023: 31 unit
2024: 1 unit
2025: 0 unit (Berdasarkan data Januari - Juli)
Sayangnya, kepercayaan diri Tata Motors berbanding terbalik dengan fakta dilapangan. Menurut data resmi perusahaan, Tata Motors di Indonesia saat ini hanya ditopang oleh 10 jaringan diler yang tersebar sangat terbatas: tiga diler di Jakarta, serta masing-masing satu diler di Bandung, Banyumas, Semarang, Lampung Selatan, Kalimantan Barat, dan Balikpapan.
Mengawal operasional harian 70.000 unit kendaraan niaga pekerja keras yang tersebar di pelosok desa seluruh Indonesia hanya dengan 10 bengkel resmi adalah sebuah kemustahilan logistik.
Di tengah jalanan pedesaan yang menuntut keandalan tinggi, kelangkaan suku cadang dan lambatnya respons servis dari merek India ini berisiko besar mengubah aset triliunan rupiah milik negara menjadi rongsokan besi dalam waktu singkat.
Keputusan Agrinas menunjuk pabrikan dengan riwayat penjualan nol unit dan jaringan servis prematur sebagai tulang punggung logistik Koperasi Merah Putih pada akhirnya bukan hanya membunuh potensi industri perakitan lokal, tetapi juga mempertaruhkan keberhasilan distribusi pangan nasional itu sendiri.
2023: 31 unit
2024: 1 unit
2025: 0 unit (Berdasarkan data Januari - Juli)
Bom Waktu Layanan Purnajual
Di balik euforia Direktur PT TMDI, Asif Shamim, yang mengklaim bahwa "pesanan ini mencerminkan penerimaan yang berkelanjutan terhadap kendaraan komersial India di pasar internasional dan kepercayaan pelanggan," tersimpan ancaman krisis purnajual (after-sales) yang nyata di lapangan.Sayangnya, kepercayaan diri Tata Motors berbanding terbalik dengan fakta dilapangan. Menurut data resmi perusahaan, Tata Motors di Indonesia saat ini hanya ditopang oleh 10 jaringan diler yang tersebar sangat terbatas: tiga diler di Jakarta, serta masing-masing satu diler di Bandung, Banyumas, Semarang, Lampung Selatan, Kalimantan Barat, dan Balikpapan.
Mengawal operasional harian 70.000 unit kendaraan niaga pekerja keras yang tersebar di pelosok desa seluruh Indonesia hanya dengan 10 bengkel resmi adalah sebuah kemustahilan logistik.
Di tengah jalanan pedesaan yang menuntut keandalan tinggi, kelangkaan suku cadang dan lambatnya respons servis dari merek India ini berisiko besar mengubah aset triliunan rupiah milik negara menjadi rongsokan besi dalam waktu singkat.
Keputusan Agrinas menunjuk pabrikan dengan riwayat penjualan nol unit dan jaringan servis prematur sebagai tulang punggung logistik Koperasi Merah Putih pada akhirnya bukan hanya membunuh potensi industri perakitan lokal, tetapi juga mempertaruhkan keberhasilan distribusi pangan nasional itu sendiri.
(dan)
Lihat Juga :