Renault Kembangkan Teknologi REEV dengan Jangkauan 1.400 km
Jum'at, 20 Maret 2026 - 13:01 WIB
Semua model juga akan menggunakan arsitektur listrik 800V, yang memungkinkan pengisian daya ultra cepat di mana Renault mengklaim bahwa jarak tempuh dapat ditingkatkan hanya dalam 10 menit pengisian daya.
Dari perspektif pengembangan, Renault menargetkan pengurangan biaya hingga 40 persen, sehingga membantu membuat teknologi ini lebih terjangkau.
Model pertama yang berbasis pada platform ini diharapkan memasuki pasar Eropa mulai tahun 2028, sebagai bagian dari "gelombang kedua" produk elektrifikasi Renault yang juga akan mencakup generasi baru hibrida.
Pada tahun 2030, Renault telah menetapkan target yang cukup agresif di mana semua model yang dijual di Eropa akan berupa kendaraan listrik (EV) atau hibrida penuh.
Dengan langkah ini, jelas bahwa Renault merencanakan transformasi besar menuju mobilitas listrik dan bahwa teknologi penambah jarak tempuh dapat menjadi jembatan penting antara dunia mesin pembakaran internal dan EV penuh.
Dari perspektif pengembangan, Renault menargetkan pengurangan biaya hingga 40 persen, sehingga membantu membuat teknologi ini lebih terjangkau.
Model pertama yang berbasis pada platform ini diharapkan memasuki pasar Eropa mulai tahun 2028, sebagai bagian dari "gelombang kedua" produk elektrifikasi Renault yang juga akan mencakup generasi baru hibrida.
Pada tahun 2030, Renault telah menetapkan target yang cukup agresif di mana semua model yang dijual di Eropa akan berupa kendaraan listrik (EV) atau hibrida penuh.
Dengan langkah ini, jelas bahwa Renault merencanakan transformasi besar menuju mobilitas listrik dan bahwa teknologi penambah jarak tempuh dapat menjadi jembatan penting antara dunia mesin pembakaran internal dan EV penuh.
(wbs)
Lihat Juga :