BBM Terancam Naik! Ini Cara Hemat Bensin hingga 30% Tanpa Harus Ganti Mobil Listrik
Senin, 06 April 2026 - 12:29 WIB
Di tengah ancaman kenaikan harga BBM, efisiensi berkendara menjadi kunci utama untuk menekan pengeluaran harian. Foto: Sindonews/Danang Arradian
JAKARTA - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang semakin dekat menjadi alarm serius bagi pengendara—bukan hanya soal biaya, tetapi juga soal kebiasaan berkendara yang selama ini sering diabaikan.
Di tengah tekanan harga energi global, konsumsi BBM harian menjadi faktor krusial dalam pengeluaran rumah tangga.
Dalam kondisi normal, efisiensi berkendara bisa menentukan selisih konsumsi hingga 20–30 persen, tergantung gaya mengemudi dan kondisi kendaraan.
Secara teknis, konsumsi BBM dipengaruhi oleh tiga faktor utama: gaya berkendara, kondisi kendaraan, dan kondisi jalan.
Ketiganya saling berkaitan dan menentukan seberapa efisien bahan bakar digunakan.
”Salah satu kesalahan paling umum adalah akselerasi agresif. Menekan pedal gas secara mendadak membuat mesin bekerja lebih keras dan meningkatkan konsumsi BBM secara signifikan. Sebaliknya, akselerasi bertahap dan menjaga putaran mesin stabil terbukti lebih efisien,” beber Sony Susmana, pakar safety driving dan Director Training di Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI).
Kecepatan juga berperan besar. Berkendara pada kecepatan konstan, terutama di kisaran 60–80 km/jam untuk mobil, merupakan titik paling efisien dalam konsumsi bahan bakar.
Di atas itu, hambatan angin meningkat drastis dan membuat mesin membutuhkan lebih banyak energi.
Selain itu, kebiasaan sering mengerem dan kembali berakselerasi di lalu lintas padat juga menjadi penyumbang pemborosan. Teknik “anticipative driving” atau membaca kondisi jalan ke depan dapat mengurangi frekuensi pengereman mendadak.
Dari sisi kendaraan, tekanan ban menjadi faktor yang sering diremehkan. Ban dengan tekanan kurang dari standar dapat meningkatkan hambatan gulir hingga 10 persen, yang berdampak langsung pada konsumsi BBM.
Di tengah tekanan harga energi global, konsumsi BBM harian menjadi faktor krusial dalam pengeluaran rumah tangga.
Dalam kondisi normal, efisiensi berkendara bisa menentukan selisih konsumsi hingga 20–30 persen, tergantung gaya mengemudi dan kondisi kendaraan.
Secara teknis, konsumsi BBM dipengaruhi oleh tiga faktor utama: gaya berkendara, kondisi kendaraan, dan kondisi jalan.
Ketiganya saling berkaitan dan menentukan seberapa efisien bahan bakar digunakan.
”Salah satu kesalahan paling umum adalah akselerasi agresif. Menekan pedal gas secara mendadak membuat mesin bekerja lebih keras dan meningkatkan konsumsi BBM secara signifikan. Sebaliknya, akselerasi bertahap dan menjaga putaran mesin stabil terbukti lebih efisien,” beber Sony Susmana, pakar safety driving dan Director Training di Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI).
Kecepatan juga berperan besar. Berkendara pada kecepatan konstan, terutama di kisaran 60–80 km/jam untuk mobil, merupakan titik paling efisien dalam konsumsi bahan bakar.
Di atas itu, hambatan angin meningkat drastis dan membuat mesin membutuhkan lebih banyak energi.
Selain itu, kebiasaan sering mengerem dan kembali berakselerasi di lalu lintas padat juga menjadi penyumbang pemborosan. Teknik “anticipative driving” atau membaca kondisi jalan ke depan dapat mengurangi frekuensi pengereman mendadak.
Dari sisi kendaraan, tekanan ban menjadi faktor yang sering diremehkan. Ban dengan tekanan kurang dari standar dapat meningkatkan hambatan gulir hingga 10 persen, yang berdampak langsung pada konsumsi BBM.
Lihat Juga :