Hyundai Pecah Rekor Pendapatan Rp537 Triliun, tapi Kok Labanya Anjlok?
Senin, 11 Mei 2026 - 09:58 WIB
2022: Meroket lebih dari 1.000% menjadi 30.000 unit lebih. Inilah tahun keemasan kembalinya Hyundai.
2023: Mencapai puncak di angka 35.736 unit berkat Stargazer dan Ioniq 5.
2024: Mulai melambat dengan total 22.361 unit (Turun sekitar 37%).
2025: Wholesales tercatat di angka 19.007 unit. Hyundai tetap bertahan di 10 besar merek terlaris.
Hyundai Stargazer: Menyumbang 50% dari total penjualan. Di segmen B-MPV, Stargazer berhasil menembus 3 besar dengan pangsa pasar 8,5%.
Kona EV: Kontributor kedua dengan porsi 15%, membuktikan bahwa pasar mobil listrik kelas menengah masih sangat potensial.
Pada ajang IIMS 2026, model Kona EV dan Stargazer Cartenz menjadi bintang panggung. Target Hyundai tahun ini tidak main-main: meraih 3% pangsa pasar nasional melalui peluncuran dua model baru, masing-masing satu model hybrid dan satu model pembakaran dalam (ICE).
Tantangan Hyundai ke depan adalah menjaga keseimbangan antara biaya produksi yang naik akibat isu geopolitik dan daya beli masyarakat Indonesia yang sensitif terhadap harga.
Penurunan laba bersih global sebesar 23,6% menjadi alarm bahwa efisiensi internal harus diperketat.
Dengan portofolio yang kini mencakup HEV (Hybrid) dan EV (Listrik), Hyundai memiliki fleksibilitas untuk bermanuver di pasar Indonesia yang mulai bergeser ke arah efisiensi bahan bakar.
2023: Mencapai puncak di angka 35.736 unit berkat Stargazer dan Ioniq 5.
2024: Mulai melambat dengan total 22.361 unit (Turun sekitar 37%).
2025: Wholesales tercatat di angka 19.007 unit. Hyundai tetap bertahan di 10 besar merek terlaris.
Gebrakan Kuartal I 2026: Mengincar 3 Persen Pasar
Memasuki awal 2026, Hyundai Indonesia menunjukkan sinyal pemulihan. Hingga Maret 2026, pangsa pasar Hyundai tercatat sebesar 2,8%. Strategi mereka kini sangat fokus pada dua model kunci:Hyundai Stargazer: Menyumbang 50% dari total penjualan. Di segmen B-MPV, Stargazer berhasil menembus 3 besar dengan pangsa pasar 8,5%.
Kona EV: Kontributor kedua dengan porsi 15%, membuktikan bahwa pasar mobil listrik kelas menengah masih sangat potensial.
Pada ajang IIMS 2026, model Kona EV dan Stargazer Cartenz menjadi bintang panggung. Target Hyundai tahun ini tidak main-main: meraih 3% pangsa pasar nasional melalui peluncuran dua model baru, masing-masing satu model hybrid dan satu model pembakaran dalam (ICE).
Tantangan Hyundai ke depan adalah menjaga keseimbangan antara biaya produksi yang naik akibat isu geopolitik dan daya beli masyarakat Indonesia yang sensitif terhadap harga.
Penurunan laba bersih global sebesar 23,6% menjadi alarm bahwa efisiensi internal harus diperketat.
Dengan portofolio yang kini mencakup HEV (Hybrid) dan EV (Listrik), Hyundai memiliki fleksibilitas untuk bermanuver di pasar Indonesia yang mulai bergeser ke arah efisiensi bahan bakar.
(dan)
Lihat Juga :