Mengapa Ferrari Nekat Bikin Mobil Listrik Saat Lamborghini dan Pagani Menolak Keras?
Jum'at, 05 Juni 2026 - 16:12 WIB
Luce dibuat untuk memikat orang kaya baru yang gila teknologi. Generasi yang lahir dari ekosistem smartphone dan melek perangkat lunak.
Bagi pelanggan baru ini, yang penting adalah inovasi, eksklusivitas, dan akselerasi secepat kilat. Suara knalpot bisa dinomorduakan.
Meski begitu, Ferrari tidak buta. Mereka tahu mesin bensin masih jadi nyawa utama.
Berdasarkan laporan Morningstar per 1 Juni lalu, kendaraan ICE dan hybrid masih akan menyumbang 80 persen dari total produksi Ferrari hingga 2030. Model V12 seperti 12Cilindri tetap dipertahankan.
Lalu bagaimana dengan Lamborghini?
Pabrikan asal Sant'Agata ini sangat berhati-hati. CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, mengambil keputusan bulat pada akhir Mei lalu. Ia resmi membatalkan proyek mobil listrik murni Lamborghini.
Alasannya telak: pasar belum siap. Winkelmann menyebut investasi gila-gilaan di pasar EV yang masih abu-abu sebagai "hobi yang mahal".
Lamborghini lebih memilih jalan tengah: plug-in hybrid (PHEV) lewat model Revuelto dan Temerario. Mereka yakin, pelanggannya masih mendambakan teater mekanis: getaran piston dan suara mesin.
Sikap Pagani jauh lebih emosional.
Bagi pelanggan baru ini, yang penting adalah inovasi, eksklusivitas, dan akselerasi secepat kilat. Suara knalpot bisa dinomorduakan.
Meski begitu, Ferrari tidak buta. Mereka tahu mesin bensin masih jadi nyawa utama.
Berdasarkan laporan Morningstar per 1 Juni lalu, kendaraan ICE dan hybrid masih akan menyumbang 80 persen dari total produksi Ferrari hingga 2030. Model V12 seperti 12Cilindri tetap dipertahankan.
Lalu bagaimana dengan Lamborghini?
Pabrikan asal Sant'Agata ini sangat berhati-hati. CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, mengambil keputusan bulat pada akhir Mei lalu. Ia resmi membatalkan proyek mobil listrik murni Lamborghini.
Alasannya telak: pasar belum siap. Winkelmann menyebut investasi gila-gilaan di pasar EV yang masih abu-abu sebagai "hobi yang mahal".
Lamborghini lebih memilih jalan tengah: plug-in hybrid (PHEV) lewat model Revuelto dan Temerario. Mereka yakin, pelanggannya masih mendambakan teater mekanis: getaran piston dan suara mesin.
Sikap Pagani jauh lebih emosional.
Lihat Juga :