Volkswagen Group Disinyalir Akan Menjual Ducati?
Rabu, 01 Juli 2026 - 10:10 WIB
Volkswagen Group Disinyalir Akan Menjual Ducati?.Foto/ Visordown
MILAN - Merek sepeda motor premium Italia, Ducati, sekali lagi dikaitkan dengan spekulasi penjualan menyusul tekanan keuangan yang dihadapi Grup Volkswagen (VW).
Meskipun belum ada keputusan resmi yang dibuat sejauh ini, beberapa analis dan lembaga keuangan percaya bahwa produsen otomotif Jerman tersebut mungkin mempertimbangkan untuk menjual aset non-inti untuk memperkuat posisi keuangannya.
Menurut laporan Financial Times, beberapa bank investasi dilaporkan mendesak Volkswagen untuk menilai kembali kepemilikannya atas Ducati setelah perusahaan tersebut berhasil menjual saham mayoritas di bisnis mesin kapal lautnya, Everllence, sehingga memperoleh dana sekitar €7,4 miliar.
Namun, hasil penjualan tersebut diperkirakan tidak cukup untuk menutupi biaya restrukturisasi besar-besaran perusahaan yang saat ini sedang dilaksanakan.
Volkswagen saat ini dilaporkan sedang mengalami salah satu periode paling menantang dalam sejarahnya.
Selain menghadapi persaingan ketat dari produsen kendaraan listrik (EV) dari Tiongkok, perusahaan ini juga menanggung biaya tinggi untuk mempercepat pengembangan generasi baru model EV.
Meskipun belum ada keputusan resmi yang dibuat sejauh ini, beberapa analis dan lembaga keuangan percaya bahwa produsen otomotif Jerman tersebut mungkin mempertimbangkan untuk menjual aset non-inti untuk memperkuat posisi keuangannya.
Menurut laporan Financial Times, beberapa bank investasi dilaporkan mendesak Volkswagen untuk menilai kembali kepemilikannya atas Ducati setelah perusahaan tersebut berhasil menjual saham mayoritas di bisnis mesin kapal lautnya, Everllence, sehingga memperoleh dana sekitar €7,4 miliar.
Namun, hasil penjualan tersebut diperkirakan tidak cukup untuk menutupi biaya restrukturisasi besar-besaran perusahaan yang saat ini sedang dilaksanakan.
Volkswagen saat ini dilaporkan sedang mengalami salah satu periode paling menantang dalam sejarahnya.
Selain menghadapi persaingan ketat dari produsen kendaraan listrik (EV) dari Tiongkok, perusahaan ini juga menanggung biaya tinggi untuk mempercepat pengembangan generasi baru model EV.
Lihat Juga :