Mengenal Liuzhou, Markas Wuling Sekaligus Ibu Kota Mobil Listrik Dunia

Senin, 06 Juli 2026 - 10:44 WIB
Bukan sekadar membangun mobil listrik, Liuzhou mengubah seluruh ekosistem kota hingga menjadi contoh adopsi EV yang kini dipelajari dunia. Foto: Sindonews/Danang Arradian
LIUZHOU - Liuzhou membuktikan bahwa adopsi mobil listrik tidak selalu dimulai dari mobil mahal.

Liuzhou, kota berpenduduk sekitar 4 juta jiwa di Guangxi, China, menjelma menjadi salah satu pusat kendaraan listrik (EV) paling maju di dunia. Bahkan tingkat penetrasi EV-nya hanya berada di bawah Oslo, Norwegia.



Keberhasilan itu bukan dibangun lewat subsidi besar-besaran, melainkan dari riset terhadap kebiasaan masyarakat, kendaraan yang sesuai kebutuhan, serta infrastruktur yang dirancang mengikuti perilaku pengguna.

Semuanya berawal ketika tim riset SAIC-GM-Wuling (SGMW) mengamati lalu lintas di persimpangan Liuzhou.

Mereka menemukan lebih dari 90 persen mobil hanya membawa satu hingga dua orang. Temuan sederhana itu melahirkan konsep micro EV yang murah, ringkas, dan efisien.

Liuzhou lebih dulu menguji EV sebelum dijual massal

Sebelum Wuling Hongguang Mini EV lahir, Liuzhou sudah menjadi laboratorium kendaraan listrik melalui Baojun E100.

Pada 2017, pemerintah kota bersama SGMW menjalankan uji coba selama 10 bulan. Sebanyak 2.111 unit Baojun E100 dipinjamkan gratis kepada lebih dari 15.000 warga.

Sebelumnya, program serupa juga melibatkan sekitar 10.000 unit yang digunakan ASN dan masyarakat selama 3-6 bulan. Investasinya mencapai 600-700 juta yuan atau sekitar Rp1,53 triliun-Rp1,79 triliun.

Hasilnya, lebih dari 13.000 masukan diterima untuk memperbaiki kendaraan sekaligus menyusun kebijakan EV. Sekitar 70 persen peserta akhirnya membeli mobil listrik tersebut.

Pemerintah juga mengajak warga mencari lokasi parkir baru khusus micro EV. Setiap usulan diberi hadiah 200 yuan (Rp510.600), sedangkan lokasi yang benar-benar dibangun memperoleh tambahan 500 yuan (Rp1,28 juta).

Dalam waktu singkat, ruang parkir khusus EV bertambah dari 678 menjadi 1.661 titik.

Penetrasi EV tertinggi di China

Strategi tersebut menghasilkan perubahan yang cepat. Pada 2020, sekitar 27 persen penjualan mobil di Liuzhou sudah berupa kendaraan listrik, melampaui target nasional China sebesar 25 persen yang baru ditetapkan untuk 2025.

Kini Liuzhou memiliki sekitar 214.000 mobil listrik, setara 1 EV untuk setiap 18 penduduk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!