Intip Pabrik Wuling Liuzhou: AI Jadi Otak, Robot Jadi Tangan

Senin, 06 Juli 2026 - 11:34 WIB
Satu jalur produksi yang sama bisa merakit 24 model kendaraan berbeda secara bercampur dalam waktu bersamaan, tanpa perlu berhenti untuk bongkar-pasang lini setiap kali ganti model.

Excellence Operation AI: "Otak" di Balik Robot

Kalau robot adalah tangan pabrik, maka "otak" yang mengatur semuanya bernama Excellence Operation AI (EOAI)—model AI buatan sendiri SGMW.

Sistem ini mengatur pergerakan troli dan robot agar tidak terjadi tabrakan atau antrean produksi.

Fungsi AI ini meluas ke banyak lini: memonitor kualitas komponen, mengawasi proses perakitan, mendeteksi potensi kesalahan produksi, menganalisis performa mesin, sampai memprediksi kebutuhan perawatan peralatan.

Pemeriksaan visual manual pun digantikan Visual AI Inspection—kamera resolusi tinggi berbasis AI yang mendeteksi celah antar panel, kualitas cat, posisi komponen, hingga cacat yang sulit terlihat mata manusia.

Seluruh mesin di fasilitas ini terhubung lewat Full Chain Digital Platform, mengirim data kondisi mesin, kecepatan produksi, konsumsi energi, dan efisiensi lini secara real time ke pusat kendali. Jika ada penyimpangan, sistem otomatis memberi peringatan ke teknisi.

Efisiensi Naik 30 Persen

Sejak I2MS beroperasi, SGMW mencatat efisiensi manufaktur naik 30 persen, sementara siklus riset dan pengembangan produk dipangkas hingga 43 persen lebih cepat.

Target akurasi perakitan bodi mencapai toleransi 0,1 milimeter, dengan kesalahan pemasangan (misassembly) ditekan mendekati nol.

Rencana untuk Pabrik Cikarang

Vice President SGMW, Han Dehong, menegaskan transfer teknologi ini akan diterapkan bertahap ke pabrik Wuling di Cikarang, Jawa Barat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!