Bukan Mobil Termahal, tapi Inilah Kendaraan yang Paling Dibanggakan Wuling di Museumnya

Selasa, 07 Juli 2026 - 13:51 WIB
Sebuah Air EV rakitan Indonesia, pelat nomor delegasi G20 masih menempel, kini jadi koleksi tetap di museum pusat Wuling di China — bukti bahwa mobil rakyat pun bisa punya panggung diplomasi. Foto: Sindonews/Danang Arradian
LIUZHOU - Di lantai dua gedung seluas 2.700 meter persegi di Liuzhou, ada satu mobil kecil warna kuning yang pelat nomornya masih tertulis DK 1250 KTT.

Bukan mobil termahal. Bukan pula yang berteknologi paling canggih di ruangan itu. Tapi justru mobil inilah yang membuat kunjungan ke Museum Wuling terasa berbeda: sebuah Air EV, dirakit di Indonesia, dipajang satu ruangan dengan traktor tua tahun 1960 yang menjadi cikal bakal Wuling Motors.



Dari Traktor ke Panggung G20

Museum Wuling berdiri di kompleks SGMW Baojun Base, Liuzhou, Provinsi Guangxi, dan baru rampung dibangun pada 27 Oktober 2023. Luasnya 2.700 meter persegi, terbagi ke dalam dua lantai, dengan delapan zona utama: Preface Hall, Legendary Road, Proyek "1-2-5", Inovasi Teknologi, Laboratorium Energi Baru Guangxi, Manufaktur Cerdas, Penghargaan Perusahaan, dan Nilai Merek.

Begitu masuk, pengunjung langsung disambut mobil pertama yang diproduksi massal Wuling pada 1982: LZ110, mobil mini cab bermesin 550 cc, hasil kerja sama lisensi dengan Mitsubishi Motors dari Jepang.

LZ sendiri singkatan dari Liuzhou, kota kelahiran perusahaan ini. Sebelum LZ110, Wuling sudah lebih dulu memproduksi traktor pada 1960 — jejak yang menegaskan bahwa Wuling bukan lahir dari ambisi membuat mobil mewah, melainkan dari kebutuhan mengangkut rakyat dan hasil bumi.

Dari titik itu, alur museum bergerak maju melewati Wuling Hongguang, Baojun 730 (basis Wuling Cortez), Baojun 530 (basis Wuling Almaz), Wuling Sunshine, Hongguang Mini EV, Baojun KiWi EV, hingga Baojun Yep.

Ada juga mesin plug-in hybrid electric vehicle dari Wuling Darion dan Eksion yang dipamerkan lengkap dengan bagian dalamnya, serta lini masa transformasi digital Wuling dari 2021 hingga 2026.

Semua kendaraan itu, dari traktor sampai PHEV, punya satu benang merah: diproduksi untuk pasar massal, bukan segmen

premium.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!