Bukan Mobil Termahal, tapi Inilah Kendaraan yang Paling Dibanggakan Wuling di Museumnya
Selasa, 07 Juli 2026 - 13:51 WIB
Itulah "1-2-5" yang jadi nama salah satu zona — proyek yang menjadi fondasi strategi Wuling membangun mobil terjangkau dengan volume besar.
Kenapa Air EV Buatan Indonesia yang Dipilih
Di sinilah bagian paling menarik dari museum ini. Di antara ratusan produk yang lahir di China, Wuling justru memberi tempat khusus untuk satu unit Air EV yang tidak dirakit di Liuzhou, melainkan di Cikarang, Indonesia.
Mobil ini bukan sembarang unit produksi. Ia adalah kendaraan delegasi 11 pada Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali, November 2022, lengkap dengan pelat nomor DK 1250 KTT dan stiker "Delegasi 11" yang masih menempel di kaca.
Saat itu, Air EV menjadi kendaraan operasional harian anggota delegasi negara peserta KTT.
Kalau Wuling hanya ingin memamerkan pencapaian teknologi, ada banyak pilihan lain yang lebih layak jadi bintang: PHEV terbaru, atau prototipe kendaraan riset masa depan yang juga dipajang di zona teknologi.
Tapi yang dipilih justru mobil hasil rakitan pabrik di luar China, yang kebetulan pernah mengangkut delegasi kepala negara dunia.
Pilihan itu konsisten dengan identitas yang dibangun Wuling sejak zaman LZ110: mobil rakyat yang kebetulan, pada satu momen, terlibat dalam panggung diplomasi kelas dunia.
Air EV tidak dirancang sebagai mobil kenegaraan. Ia lahir sebagai city car listrik terjangkau untuk pasar harian.
Justru karena identitas rendah hati itulah kehadirannya di G20 jadi bahan cerita, dan cerita itu yang disimpan permanen di museum pusat perusahaan.
Kenapa Air EV Buatan Indonesia yang Dipilih
Di sinilah bagian paling menarik dari museum ini. Di antara ratusan produk yang lahir di China, Wuling justru memberi tempat khusus untuk satu unit Air EV yang tidak dirakit di Liuzhou, melainkan di Cikarang, Indonesia.Mobil ini bukan sembarang unit produksi. Ia adalah kendaraan delegasi 11 pada Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali, November 2022, lengkap dengan pelat nomor DK 1250 KTT dan stiker "Delegasi 11" yang masih menempel di kaca.
Saat itu, Air EV menjadi kendaraan operasional harian anggota delegasi negara peserta KTT.
Kalau Wuling hanya ingin memamerkan pencapaian teknologi, ada banyak pilihan lain yang lebih layak jadi bintang: PHEV terbaru, atau prototipe kendaraan riset masa depan yang juga dipajang di zona teknologi.
Tapi yang dipilih justru mobil hasil rakitan pabrik di luar China, yang kebetulan pernah mengangkut delegasi kepala negara dunia.
Pilihan itu konsisten dengan identitas yang dibangun Wuling sejak zaman LZ110: mobil rakyat yang kebetulan, pada satu momen, terlibat dalam panggung diplomasi kelas dunia.
Air EV tidak dirancang sebagai mobil kenegaraan. Ia lahir sebagai city car listrik terjangkau untuk pasar harian.
Justru karena identitas rendah hati itulah kehadirannya di G20 jadi bahan cerita, dan cerita itu yang disimpan permanen di museum pusat perusahaan.
Lihat Juga :