Lamborghini dan Bugatti Tunggu Legislasi Jadi baru Elektrifikasi

Jum'at, 11 Desember 2020 - 13:45 WIB
Lamborghini Sian merupakan satu-satunya mobil hibrida yang dibuat oleh Lamborghini. Mobil itu menggunakan super capacitor bukan baterai seperti mobil hibrida lainnya. Foto/Netcarshow
JAKARTA - Stephan Winkelmann, orang nomor satu di Lamborghini dan Bugatti mengatakan saat ini kedua mobil super sport itu tidak akan tergesa-gesa masuk ke era elektrifikasi seperti yang dilakukan oleh produsen mobil super sport lainnya. Dia bahkan mengatakan dalam waktu sepuluh tahun ke depan Bugatti, Lamborghini dan mobil-mobil super sport lainnya tidak ada yang hadir dengan bentuk mobil super sport listrik murni.

"Saya tidak melihat adanya mobil super sport atau mobil hyper dengan listrik murni sekarang dan sepuluh tahun ke depan. Begitu juga dengan Bugatti dan Lamborghini. Mungkin setelahnya kemungkinan bisa terbuka," ujarnya. (Baca juga : Mobil yang Digugat Karena Tak Kuat Nanjak Diekspor ke Malaysia )





Dia mengatakan waktu sepuluh tahun ke depan itu akan digunakan Bugatti dan Lamborghini untuk melihat sejauh mana peraturan, penerimaan konsumen dan kesanggupan teknologi mobil listrik mengatasi masalah yang ada saat ini mulai dari harganya, jarak tempuhnya hingga performanya. "Kita harus benar-benar mengerti dengan teknologi itu. Memang kita bisa melakukan ujicoba dan melibatkan konsumen kami, dan kami sudah berdiskusi terus dengan mereka mengenai produk kami ke depan. Saya tidak bisa mengatakan menolak (mobil listrik), tapi untuk saat ini belum kami lakukan," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!