Kudeta Militer di Myanmar Paksa Suzuki Hentikan Produksi
Rabu, 03 Februari 2021 - 17:01 WIB
Sejak kemenangan besar Suu Kyi di tahun 2015, banyak perusahaan Jepang termasuk Kirin Holdings mulai berinvestasi di sana.
Meskipun investor tidak setuju dengan tindakan keras pemerintah terhadap minoritas Muslim Rohingya, ratusan perusahaan Jepang tetap berada di Myanmar. Mereka jelas tertarik pada pasar dari 50 juta populasi yang terus berkembang.
Ada sekitar 400 perusahaan Jepang yang berbisnis di Myanmar. Toyota Motor Corp. yang berencana memulai operasi untuk pabrik pertamanya di Myanmar bulan ini mengatakan sedang menilai situasi saat ini.
Baca Juga: Meskipun Perubahan Iklim Dikendalika, Es Antartika Akan Terus Mencair
"Kami belum bisa menghubungi mereka. Jadi kami tidak tahu situasi sebenarnya, ”ujar juru bicara Toyota.
Meskipun investor tidak setuju dengan tindakan keras pemerintah terhadap minoritas Muslim Rohingya, ratusan perusahaan Jepang tetap berada di Myanmar. Mereka jelas tertarik pada pasar dari 50 juta populasi yang terus berkembang.
Ada sekitar 400 perusahaan Jepang yang berbisnis di Myanmar. Toyota Motor Corp. yang berencana memulai operasi untuk pabrik pertamanya di Myanmar bulan ini mengatakan sedang menilai situasi saat ini.
Baca Juga: Meskipun Perubahan Iklim Dikendalika, Es Antartika Akan Terus Mencair
"Kami belum bisa menghubungi mereka. Jadi kami tidak tahu situasi sebenarnya, ”ujar juru bicara Toyota.
(wbs)
Lihat Juga :