Luncurkan SPKLU, BPPT dan Pertamina dapat Dukungan Kepala BRIN

Jum'at, 06 Agustus 2021 - 17:03 WIB
"Pendirian SPKLU juga dibutuhkan untuk menurunkan impor bahan bakar minyak (BBM) yang menyedot devisa negara. Implementasi KBLBB akan menurunkan impor BBM terutama impor bensin sebesar 51 juta barel pada 2020 dan 370 juta barel pada 2050," terang Hammam.

Meski begitu, Hammam mengakui bukan hal mudah mentransformasikan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, karena masih ada hambatan dari segi teknologi. Namun, menurutnya permasalahan serupa juga sedang dialami semua negara secara global.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, mengatakan pihaknya terus mendukung program-program pemerintah, termasuk dalam pengembangan kendaraan listrik baik di industri hulu dan hilir. Apalagi sektor transportasi menyumbang sekitar 23% dari karbon emisi.

BACA JUGA: Sony Akui Kelangkaan Stok PS5 Akan Berlanjut Tahun Depan

Nicke menuturkan, saat ini Pertamina dan BPPT tengah mengembangkan tiga unit SPKLU di mana dua unit di antaranya sudah beroperasi.

“Dua di antara tiga unit SPKLU masih dalam proses merampungkan perizinan. Dua lokasi ini sudah bisa dioperasikan dan bisa digunakan gratis, dan akan dikomersialisasikan setelah perizinan selesai,” jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!