Autopilot Tesla Diinvestigasi Karena Kecelakaan Fatal Tewaskan 3 Orang

Jum'at, 20 Mei 2022 - 07:13 WIB
Tidak hanya itu, Tesla Model S tersebut juga melukai pekerja konstruksi yang sedang bekerja di dekat lokasi kejadian. Sampai-sampai harus dilarikan ke rumah sakit.



Sistem Autopilot Tesla memang yang dibangga-banggakan oleh Elon Musk. Diklaim, sistem Autopilot mereka berada di Level 2 yang fungsinya memudahkan tugas mengemudi. Target Tesla sendiri tentu saja membuat sistem Autopilot mereka mencapai level 4 dan 5, dimana pengguna benar-benar tidak lagi perlu mengemudi sama sekali.

Menurut Elon Musk, untuk bisa melakukan tersebut, maka Tesla harus memiliki kecerdasan buatan (AI) yang mendekati manusia. Itulah sebabnya ia lebih suka menyebut Tesla sebagai perusahaan teknologi daripada otomotif. Jika nanti AI yang mendekati manusia biasa itu sudah tercapai, maka Tesla mungkin saja akan memberikan lisensinya kepada banyak perusahaan otomotif lain yang sedang mengembangkan teknologi AI.

Sayangnya, untuk menuju kesana memang tidak mudah. Agustus lalu NHTSA mengatakan bahwa pihaknya membuka penyelidikan terhadap sistem Autopilot Tesla setelah ada 11 kecelakaan sejak 2018 dan korbannya 17 luka-luka dan satu kematian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!