Petisi Perjuangan Kembalikan Palestina ke Maps 'Pecah'

Minggu, 19 Juli 2020 - 10:38 WIB
loading...
Petisi Perjuangan Kembalikan...
Palestinda di hapus dari maps oleh Google dan Aplle. FOTO/ IST
A A A
TEL AVIV - Hilangnya Palestina dari aplikasi peta digital Google Maps dan Apple Maps terus menuai protes dari seluruh dunia. Kali ini dunia membuat petisi online agar Google dan Maps dikembalikan ke maps. (Baca juga: Akui Israel, Google dan Apple Kompak Singkirkan Palestina )

Dalam laman petisi http://chng.it/D7n9n9Bx, Hario menuliskan dalam bahasa Inggris, "Penghilangan Palestina adalah penghinaan yang menyedihkan bagi rakyat Palestina dan merusak upaya jutaan orang yang terlibat dalam kampanye untuk mengamankan kemerdekaan Palestina dan kebebasan dari pendudukan dan penindasan Israel." (Baca: PSBB Proporsional di Bodebek Resmi Diperpanjang)

"Ini adalah masalah penting, karena Google dan Apple Maps sekarang dianggap definitif oleh orang-orang di seluruh dunia, termasuk jurnalis, mahasiswa, dan lainnya yang melakukan penelitian tentang situasi Israel-Palestina," tulis Hario dalam petisinya.

Berdasarkan pantauan SINDOnews Minggu (19/7/3020), hingga pukul 10.00 WIB, Petisi di halaman ini http://chng.it/D7n9n9Bx sudah ditandatangani oleh lebih dari 97ribu pengguna internet dan terus bertambah, dengan target mencapai 1 juta pengguna.

Zak Martin pembuat petisi menulis Penghilangan Palestina adalah penghinaan pedih bagi rakyat Palestina dan. (Baca juga; Rawan PKL dan Balap Liar, Begini Cara Polisi Bersihkan Kawasan Monas )

Baik sengaja atau tidak, Google membuat dirinya terlibat dalam pembersihan etnis pemerintah Israel atas Palestina.

Palestina diakui oleh 136 anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebagai negara merdeka. Namun, tidak dengan AS, yang merupakan lokasi kantor pusat Apple dan Google.

Pihak Google memang tak memberikan klarifikasi tentang tuduhan tersebut. Tetapi bagian dari situs webnya menyatakan batas-batas yang disengketakan: "Batas yang disengketakan ditampilkan sebagai garis abu-abu putus-putus. Tempat-tempat yang terlibat tidak menyetujui batas."
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waymo Ojai, Robotaxi...
Waymo Ojai, Robotaxi Baru Google yang Dikembangkan Bersama Zeekr
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Bikin Harga BBM Semakin Tidak Masuk Akal
PULS Peluncur Roket...
PULS Peluncur Roket Canggih dengan Kemampuan di Atas Rata-rata
Toyota Pangkas Produksi...
Toyota Pangkas Produksi Sebanyak 38.000 Kendaraan Akibat Perang AS dan Iran
Gara-gara Ukraina, AS...
Gara-gara Ukraina, AS Ogah Gunakan Sistem Altileri Swa-Gerak di Iran
Harga BBM Melambung...
Harga BBM Melambung Tinggi, Senegal Melarang Pejabat Negara Berkunjung ke Luar Negeri
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
Rekomendasi
KY Bakal Tindak Lanjuti...
KY Bakal Tindak Lanjuti Laporan Kubu Nadiem Makarim
Di Forum Dialog 194...
Di Forum Dialog 194 Negara, Menkum Supratman Dorong Tata Kelola Royalti untuk Musik dan Jurnalistik
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Berita Terkini
Intip Pabrik Wuling...
Intip Pabrik Wuling Liuzhou: AI Jadi Otak, Robot Jadi Tangan
Wuling vs Baojun: Dua...
Wuling vs Baojun: Dua Merek Satu Induk, Apa Bedanya?
Liuzhou dan Wuling,...
Liuzhou dan Wuling, Kota yang Melahirkan Mobil Rakyat
Mengenal Liuzhou, Markas...
Mengenal Liuzhou, Markas Wuling Sekaligus Ibu Kota Mobil Listrik Dunia
Dari Lampu Merah di...
Dari Lampu Merah di Liuzhou, Lahirlah Revolusi EV yang Mengubah Jakarta
Terungkap di Liuzhou!...
Terungkap di Liuzhou! Ini 4 Mobil Baru Wuling yang Bakal Gempur Indonesia
Infografis
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved