Gara-gara Ukraina, AS Ogah Gunakan Sistem Altileri Swa-Gerak di Iran

Minggu, 19 April 2026 - 18:46 WIB
loading...
Gara-gara Ukraina, AS...
AS Ogah Gunakan Sistem Altileri Swa-Gerak di Iran. Foto/VIET
A A A
JAKARTA - Konflik di Ukraina dapat "menghancurkan sepenuhnya" sistem artileri swa-gerak inti yang telah menjadi tulang punggung kekuatan militer terkemuka dunia selama 60 tahun.

Jika disetujui, Angkatan Darat AS tidak akan membeli howitzer swa-gerak M109A7 Paladin Integrated Management (PIM) tambahan tahun depan, karena angkatan tersebut sedang mempertimbangkan alternatif untuk mengisi kekurangan tersebut, kata Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll kepada anggota parlemen AS.

Performa tempur M109 Paladin yang buruk di Ukraina telah menyebabkan tank ini dikeluarkan dari daftar pengadaan AS.

“Kami sedang mengerjakan sistem artileri taktis bergerak yang dapat dikerahkan dalam 40 detik, bukan 15 menit seperti PIM, yang sangat penting mengingat ancaman dari drone,” kata Driscoll kepada anggota Subkomite Alokasi Anggaran DPR hari ini.

Jika Anda melihat perang di Ukraina dari kedua sisi, bergerak dan bersiap untuk menembak adalah hal yang sangat sulit... Paladin sama sekali tidak mampu mengimbangi kecepatan tersebut.

Meskipun Angkatan Darat AS yakin Paladin akan tetap beroperasi untuk beberapa waktu, karena mereka ingin mengelola aset yang dipercayakan kepada mereka oleh para pembayar pajak Amerika dengan benar, melanjutkan pembelian jenis artileri ini adalah masalah yang sama sekali berbeda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Penjualan Kendaraan...
Penjualan Kendaraan Listrik di 37 Negara Efek Melonjaknya Harga BBM
Toyota Jungkir Balik...
Toyota Jungkir Balik Akibat Perang Iran dan Amerika Serikat
Perang Berkecamuk, Mercedes-Benz...
Perang Berkecamuk, Mercedes-Benz Siap Masuk ke Industri Pertahanan
Rolls-Royce Gunakan...
Rolls-Royce Gunakan BBM dari Limbah Plastik Bisa Berjalan Normal
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Rekomendasi
Krakatau Posco Tanamkan...
Krakatau Posco Tanamkan Budaya Keselamatan kepada Generasi Muda
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Berita Terkini
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Huawei Luncurkan MPV...
Huawei Luncurkan MPV Supermewah ala Rolls-Royce
Pertamax Tembus Rp16.250?...
Pertamax Tembus Rp16.250? Ini Daftar Harga Mobil Hybrid Termurah hingga Termahal 2026!
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
GoPro Sekarat: Dari...
GoPro Sekarat: Dari Bintang Wall Street Rp198 Triliun Jadi Saham Receh
Veloz Hybrid EV Keliling...
Veloz Hybrid EV Keliling Sulawesi 40 Hari Nonstop, Untuk Apa?
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved